Berita Jateng
Warga Sukolilo Pati Demo Tuntut Transparansi, Kades Membantah Ada Mark Up Anggaran
Salah satu pemicunya, mereka menduga ada penggelembungan atau mark-up anggaran proyek infrastruktur yang bersumber dari dana desa.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
Dalam audiensi, dibahas pula sejumlah persoalan yang diajukan warga, di antaranya soal bantuan iuran BPJS Kesehatan dan penyaluran bantuan sosial.
Usai beraudiensi dengan warga, Kades Sukolilo Ahmad Amirudin menandatangani pernyataan kesediaan untuk melaksanakan enam poin sebagai berikut.
Pertama, mengecor jembatan penghubung RT 2/RW 9 dan RT 4/RW 9 dalam waktu dekat.
Kedua, segera melengkapi taman di Dukuh Gemblung RW 10.
Ketiga, mengelola kembali Bumdes dengan deadline yang telah ditentukan.
Keempat, melakukan transparansi terkait pengelolaan Bumdes.
Kelima, mengelola bondo deso dengan baik, amanah, dan terbuka.
Baca juga: 4 Orang Tewas di Dalam Mobil Kijang di Tol Tegal, Sempat Lemas Namun Nekat Melaju
Keenam, menyalurkan bansos dengan tepat sasaran dengan upaya melalui musdes (musyawarah desa).
Surat pernyataan tersebut juga ditandatangani oleh Suyono selaku perwakilan warga serta Ketua BPD Sukolilo Agus Sakurianto dan Camat Sukolilo Andrik Sulaksono.
Koordinator aksi, Suyono, mengaku puas dengan adanya kesepakatan yang ditandatangani oleh Kades tersebut. Namun, pihaknya memastikan akan terus mengawal agar keenam poin tersebut terealisasi.
Sementara, Kepala Desa Sukolilo Ahmad Amirudin menegaskan bahwa proyek jembatan di wilayahnya sudah sesuai spesifikasi dan tidak ada penggelembungan anggaran.
Adanya perubahan menurutnya telah dikonsultasikan ke pihak kecamatan.
Dia pun berkomitmen menjalankan kesepakatan hasil audiensi yang telah dia tandatangani.
"Hasilnya (audiensi) sudah ada dalam surat pernyataan tadi. Sudah saya tandatangani dan diketahui Pak Camat," kata dia. (mzk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Demo-transparansi-dana-desa-pati.jpg)