Berita Pati
Bayi Perempuan Berstatus Anak Negara di Pati Jadi Perhatian, 20 Orang Siap Mengadopsi
Seorang bayi perempuan yang ditemukan di Perumahan Puri Pati kini berstatus Anak Negara. Setidaknya, ada 20 orang yang berminat mengadopsi.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Bayi perempuan yang ditemukan di Perumahan Puri Baru Permai Pati kini berstatus Anak Negara.
- Dinas Sosial telah menerima setidaknya 20 permintaan untuk mengadopsinya.
- Bayi tersebut dalam kondisi sehat dan kini masih dirawat di rumah sakit.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI — Seorang bayi perempuan di Pati, Jawa Tengah, kini berstatus Anak Negara setelah ditelantarkan orangtua.
Meski begitu, sudah ada sekitar 20 orang yang berminat mengadopsinya.
Bayi perempuan itu ditemukan dalam keranjang sampah di Perumahan Puri Baru Permai, Pati, Senin (8/12/2025).
Saat ini, bayi tersebut masih dalam perawatan di Rumah Sakit Mitra Bangsa.
Direktur RS Mitra Bangsa, Hendrianto Trisnowibowo mengatakan, bayi tersebut telah menerima tindakan medis.
"Kemarin sore (Senin sore), kami menerima seorang bayi yang ditemukan di wilayah Puri."
"Bayi tersebut diantar ke IGD RS Mitra Bangsa dalam kondisi masih memiliki tali pusat dan ari-ari."
"Di rumah sakit, kami langsung melakukan pemotongan tali pusat serta memberikan perawatan layaknya bayi yang baru dilahirkan," jelas dia, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Duh Teganya, Bayi Baru Lahir Dibuang di Keranjang Sampah Puri Pati
Dia memaparkan, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut memiliki berat 2,3 kilogram dan panjang 47 cm.
Melihat kondisi tali pusat dan ari-arinya, diperkirakan, bayi baru berusia kurang dari 12 jam ketika ditemukan warga.
Kini, bayi tersebut dirawat di ruang perinatal dalam kondisi sehat.
Sebetulnya, bayi tersebut sudah memungkinkan untuk dibawa pulang.
Akan tetapi, proses tersebut harus menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang.
Apalagi, belum ada informasi mengenai orangtua bayi tersebut.
Hendrianto mengatakan, sudah ada petugas dari Polresta Pati yang datang untuk melihat kondisi bayi.
"Kami sampaikan bahwa bayi dalam keadaan sehat dan selanjutnya kami menunggu proses dari Polres," kata dia.
Pihak rumah sakit juga mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia.
"Dokter Aviani menyampaikan bahwa karena bayi ini tidak memiliki identitas maka statusnya menjadi anak negara dan akan diproses sesuai prosedur," jelas Hendrianto.
Baca juga: Bupati Pati Sudewo Ganti Pj Sekda, Teguh Dinilai Bisa Sinkronkan Kebijakan Lintas OPD
Pihak Dinas Sosial melaporkan bahwa sudah ada sekitar 20 orang yang berminat mengadopsi bayi tersebut.
Namun, seluruh proses pengajuan adopsi akan melalui mekanisme satu pintu, sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara, Koordinator Marketing RS Mitra Bangsa, Rizky Dewi Kencana menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjalankan fungsi sosialnya dalam memberikan pelayanan, tanpa memandang identitas pasien.
"Kami menjalankan tugas rumah sakit sesuai peran kami, yaitu melayani setiap pasien tanpa memandang identitas maupun kondisi apa pun."
"Dengan sumber daya yang kami miliki, kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pati dan sekitarnya," tegas dia.
Berhubung belum ada pihak yang bertanggung jawab atas bayi tersebut, seluruh kebutuhan dasar bayi, termasuk susu formula, untuk sementara ditanggung pihak RS Mitra Bangsa.
Sementara, kasus pembuangan bayi ini masih dalam penanganan kepolisian serta pendampingan dari Dinas Sosial untuk menentukan langkah perlindungan dan penanganan. (*)
| Kecewa Vonis 3 Tahun Penjara, Keluarga Korban Tongtek Maut di Talun Pati Serang Mobil Tahanan |
|
|---|
| Eks Kantor Satpol PP Pati akan Diubah Jadi Museum Cagar Budaya |
|
|---|
| Maut di Atas Truk Sound Horeg: Kru Asal Kediri Tewas Tersengat Listrik Saat Karnaval di Pati |
|
|---|
| Kawasan Karst Pati Menyusut 4.000 Hektare, Gunretno: Audit Ulang Izin Karst! |
|
|---|
| Sidang 'Tongtek Maut' Pati Ricuh, Massa Mengadang dan Melempari Mobil Tahanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Ilustrasi-bayi-lahir-2.jpg)