Jumat, 5 Juni 2026

Berita Semarang

Autopsi Jenazah Dosen Muda Untag Sudah Rampung, Polda Jateng Masih Belum Buka Hasilnya

"Untuk dokter autopsi sudah dimintai keterangan. Hasilnya nanti kami sampaikan jika hasilnya sudah lengkap semua," papar Kombes Pol Dwi Subagio

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Rustam Aji
dok.POLRESTABES SEMARANG
DIEVAKUASI - Jenazah dosen muda perempuan berinisial DDL saat dievakuasi dari sebuah kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ditreskrimum Polda Jawa Tengah telah memeriksa dokter Rumah Sakit Kariadi Semarang yang melakukan autopsi jenazah Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35).
  • Hasil autopsi nantinya akan menerangkan penyebab kematian dosen Levi secara medis.
  • Namun, polisi masih enggan mengungkap hasil pemeriksaan tersebut karena masih menunggu hasil forensik dari forensik dari sejumlah barang milik korban maupun AKBP Basuki.

TRIBUNBANYUMAS.COM,SEMARANG - Polisi masih enggan mengungkap hasil pemeriksaan dokter autopsi terhadap jenazah dosen muda Untag yang tewas di Kostel.

Sebagaimana diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah telah memeriksa dokter Rumah Sakit Kariadi Semarang yang melakukan autopsi jenazah Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35).

Nantinya, hasil autopsi ini menjadi bukti krusial keterlibatan AKBP Basuki dalam kasus kematian Dosen Levi yang ditemukan tewas di sebuah kamar kos-hotel (Kostel) Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025).

"Untuk dokter autopsi sudah dimintai keterangan. Hasilnya nanti kami sampaikan jika hasilnya sudah lengkap semua," papar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio kepada Tribun, Sabtu (6/12/2025).

Menurutnya, keterangan dokter yang melakukan autopsi sangat krusial dalam kasus ini.

Sebab, hasil autopsi nantinya akan menerangkan penyebab kematian dosen Levi secara medis.

"Dalam pemeriksaan, pihak dokter autopsi sudah menyampaikan hasil autopsi, penyebab kematiannya (Dosen Levi) tapi hasilnya belum bisa kami sampaikan," beber Dwi.

Baca juga: Tim Advokasi Untag Datangi Polda Jateng Tanya Perkembangan Penyelidikan Kematian Levi

Ia menyebut, kini tinggal menunggu hasil forensik dari forensik dari sejumlah barang milik korban maupun AKBP Basuki.

Sejumlah barang tersebut di antaranya handphone, laptop, obat-obatan, sprei, baju dan barang lainnya.

"Ya kami masih menunggu hasil forensik dari beberapa barang yang telah kita amankan," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas)  Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan,  penyidik melakukan pemeriksaan secara verbal terhadap dokter forensik yang menyusun laporan hasil autopsi dosen Levi.

Ia melanjutkan, file dari hasil autopsi sudah keluar dengan bahasa kedokteran yang harus diterjemahkan ke bahasa penyidik.

"Jadi dokternya harus di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), untuk menerjemahkan dari bahasa kedokteran. ke bahasa lebih mudah," bebernya kepada Tribun.

Baca juga: Luar Biasa, Fadillah Arbi Aditama dan Astra Honda Juara Asia ARRC AP250

Ia mengungkap, tidak ada kendala dalam penanganan kasus kematian dosen Levi. Ia juga membantah kasus ini berlarut-larut.

Kuasa Hukum Keluarga dosen Levi, Zainal Petir, mendesak Polda Jateng segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Ya harus ada segera penetapan tersangka," paparnya.

Menurutnya, penanganan kasus ini terhitung lama karena kasus ini sebenarnya sudah sangat jelas yang mana saksi yang terlibat hanya segelintir orang. "Saksi kematian dosen Levi hanya AKBP Basuki, saksi yang diperiksa juga tidak banyak sehingga harus segera terungkap, beda kasus sama Gamma (pelajar ditembak polisi) saksi banyak jadi bisa saja lama," tuturnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved