Rabu, 29 April 2026

Berita Semarang

Komite I DPD RI Ikut Kawal Transparansi Penanganan Kasus Kematian Dosen Muda Untag Semarang

"Kami memandang bahwa kasus ini harus mendapat perhatian semua pihak karena kematiannya patut diduga tidak wajar," kata Muhdi

Tayang:
ISTIMEWA/Franciskus Ariel Setiaputra
Diskusi - Tim Komite 1 DPD RI saat menyambangi kampus Untag Semarang, berdiskusi dengan jajaran pimpinan kampus terkait kasus kematian dosen Dr Dwinanda Linchia Levi, Jumat (5/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Komite I DPD RI memberikan atensi terhadap kasus kematian Dr Dwinanda Linchia Levi, dosen Fakultas Hukum Untag yang ditemukan meninggal di sebuah kamar kostel, 17 November 2025 silam.
  • Hal itu dibukti dengan menyambangi Kampus Untag Semarang,Jumat (5/12/2025),
  • Tim dari DPD RI yang hadir yakni Dr Muhdi serta Aanya Rina Casmayanti dan staf
  • Anggota Komite I DPD RI asal Jawa Tengah, Dr Muhdi, menyampaikan bahwa kunjungan pihaknya dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Komite I DPD RI memberikan atensi terhadap tewasnya Dr Dwinanda Linchia Levi, dosen Fakultas Hukum Untag, pada 17 November 2025 silam.

Hal itu dibuktikan dengan menyambangi Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Jumat (5/12/2025), untuk mengawal transparansi penanganan kasus tersebut.

Tim dari DPD RI Dr Muhdi serta Aanya Rina Casmayanti beserta staf. diterima di ruang rapat FH Hukum Untag.

Mereka diterima oleh rektor beserta jajarannya, serta dekan FH Untag.

Kasus ini menjadi sorotan setelah AKBP Basuki, perwira Polda Jateng sekaligus orang yang pertama menemukan jasad Levi, ditempatkan dalam penahanan khusus (patsus) selama 20 hari karena dugaan pelanggaran kode etik Polri.

Hubungan keduanya juga memantik perhatian publik setelah ditemukan data bahwa mereka tercatat dalam satu Kartu Keluarga, meskipun Basuki menegaskan hubungan tersebut bukan hubungan romantis.

Di sisi lain, mahasiswa Untag yang tergabung dalam aliansi Justice for Levi menyoroti sejumlah kejanggalan mulai kronologi penemuan jenazah, saksi kunci, hingga dugaan ketidakwajaran jeda waktu antara Levi terakhir terlihat dan ketika ditemukan tewas. Mereka mendesak penyelidikan dilakukan secara terbuka.

Belum lama ini, mereka juga menggelar aksi solidaritas di kompleks kampus dengan kegiatan tabur bunga dan penyalaan lilin.

Anggota Komite I DPD RI asal Jawa Tengah, Dr Muhdi, menyampaikan bahwa kunjungan pihaknya dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

"Kami memandang bahwa kasus ini harus mendapat perhatian semua pihak karena kematiannya patut diduga tidak wajar. Kami khawatir ada hal-hal yang tidak transparan dalam penegakan hukumnya, karena ada dugaan keterlibatan oknum kepolisian," ujarnya.

Muhdi mengungkap Komite I ingin memperoleh informasi langsung dari kampus dan tim advokasi Untag mengenai perkembangan penanganan perkara.

Baca juga: Rusak Kena Tanah Gerak, PVMBG Rekomendasikan Relokasi Rumah Warga Sampang Kebumen

"Kami ingin mengetahui apakah prosesnya sudah sebagaimana mestinya atau belum. Karena tugas kami mengawasi, termasuk dalam hal ini kepolisian sebagai mitra kami," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa DPD akan terus mengikuti perkembangan penyidikan, termasuk kemungkinan bertemu pihak Polda Jateng.

"Jika hasil otopsi dan proses penyidikan terus berlarut-larut, kami sangat mungkin akan datang ke Polda. Ini sudah menjadi perhatian nasional," katanya.

Rektor Untag Semarang, Prof Dr Suparno, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Dr Levi. Hanya saja, ia enggan berbicara lebih jauh atas kasus ini.

"Saya sangat berduka. Beliau dosen yang luar biasa dalam proses belajar mengajar. Dukungan dari DPD merupakan kehormatan bagi kami," ujarnya singkat.

Suparno memastikan seluruh urusan terkait advokasi dan pendampingan hukum diserahkan kepada tim kuasa hukum kampus. (arl)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved