Rabu, 29 April 2026

Berita Cilacap

Warga Binaan Lapas Cilacap Belajar Membuat Ecoprint, Manfaatkan Daun dan Bunga

Teknik Ecoprint yang memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, hingga akar ini dikenalkan melalui pelatihan resmi yang menghadirkan instruktur

Tayang:
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/Istimewa 
KREATIVITAS WARGA BINAAN - Sejumlah warga binaan Lapas Cilacap membuat ecoprint, Jumat (5/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Cilacap, berlatih Ecoprint 
  • Para peserta mendapat pembelajaran lengkap mulai dari memilih daun, menata pola, hingga menyelesaikan produk akhir yang siap dipasarkan.
  • Teknik Ecoprint yang memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, hingga akar ini dikenalkan melalui pelatihan resmi yang menghadirkan instruktur dari Athaya Clothing.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Di sebuah ruang sederhana di Lapas Kelas IIB Cilacap, aroma daun segar dan bunga-bunga kering kini menjadi bagian dari rutinitas baru para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Di balik jeruji besi yang biasanya identik dengan keterbatasan, lahirlah karya-karya bernapas alam melalui proses Ecoprint yang penuh ketekunan.

Setiap lembar kain yang digarap para WBP membawa cerita tentang kesabaran, detail, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Teknik Ecoprint yang memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, hingga akar ini dikenalkan melalui pelatihan resmi yang menghadirkan instruktur dari Athaya Clothing.

Para peserta mendapat pembelajaran lengkap mulai dari memilih daun, menata pola, hingga menyelesaikan produk akhir yang siap dipasarkan.

Baca juga: Kecamatan Watumalang Wonosobo Dilanda Longsor akibat Hujan Lebat

"Program Ecoprint ini mencetak karya seni otentik yang punya nilai jual tinggi, sekaligus memanfaatkan bahan ramah lingkungan, sehingga pembinaannya lebih efektif dari sisi biaya dan manfaat," ujar Kepala Subsie Kegiatan Kerja Lapas Cilacap, Nanda Hakiki, Jumat (5/11).

Di meja panjang tempat mereka bekerja, proses kreatif itu berubah menjadi terapi yang menenangkan bagi para WBP.

Kegiatan menata daun dan menunggu jejak warna yang muncul memberikan ruang hening untuk refleksi diri.

Nanda mengatakan, pengalaman ini dapat menjadi pintu baru untuk membayangkan kembali arah hidup yang sempat terhenti bagi para WBP.

"Dengan bekal keterampilan ini, kami harap dapat membuka peluang ekonomi dan harapan bagi para warga binaan setelah bebas nanti," ujar Nanda.

Nanda mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari berbagai pihak dapat memperluas pemasaran produk Ecoprint karya WBP.

Baca juga: Atap Bolong, Pedagang Pasar Bitingan Kudus Pasrah Lapaknya Dilanda Banjir

Dengan semakin banyaknya jangkauan promosi, hasil karya ini berpeluang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi mereka.

"Ini bentuk nyata pembinaan kemandirian, kami ingin mereka tidak hanya terampil, tapi juga punya jiwa wirausaha ketika kembali ke masyarakat," tambah Nanda.

Program Ecoprint ini menjadi bukti bahwa harapan bisa tumbuh di mana saja, bahkan di tempat yang tampak paling sunyi sekalipun. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved