Wonosobo
Nasib Bawang Daun Lokal Wonosobo 'Meland-1' Kini Dipertaruhkan
Sebuah varietas bawang daun asli Wonosobo kini sedang 'diadu' dengan varietas pasaran. Jika menang, ia bisa menjadi senjata andalan petani.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Di sepetak lahan riset milik pemerintah, nasib para petani bawang daun Wonosobo seolah sedang dipertaruhkan.
Sejenis bawang daun lokal yang selama ini tumbuh subur di tanah Dieng, kini harus 'bertarung' membuktikan keunggulannya.
Kemenangannya bukan sekadar soal gengsi, melainkan harapan untuk lepas dari jerat fluktuasi harga dan mahalnya biaya produksi yang kerap menghantui.
Baca juga: Bocah Wonosobo Bakal Dapat Beasiswa Kambing, Sekda: Biar Tak Cuma Main HP, Belajar Tanggung Jawab
Jagoan lokal yang tengah diuji ini bernama Bawang Daun Varietas Meland-1.
Pada Senin (20/10/2025), benih-benih harapan itu mulai ditanam di lahan riset Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Wonosobo sebagai bagian dari uji keunggulan resmi.
Diadu dengan Varietas Pasar
Pertarungan ini bukanlah isapan jempol. Di bawah pengawasan ketat tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Meland-1 akan diadu langsung dengan tiga varietas pembanding yang sudah lebih dulu malang melintang di pasaran. Koordinator tim dari BRIN, Dr. Retno Pengestuti, menjelaskan bahwa ini adalah langkah krusial.
“Sebetulnya ada dua varietas yang kami daftarkan, yaitu Meland-1 dan BM-1. Namun, untuk tahap uji keunggulan kali ini baru varietas Meland-1 yang diagendakan,” jelas Retno.
Tujuannya jelas, jika Meland-1 terbukti lebih unggul, ia akan didorong untuk mendapatkan izin pelepasan dan izin edar resmi dari Kementerian Pertanian. Ini adalah sebuah lompatan besar yang akan membuka jalan bagi Wonosobo untuk memproduksi benih unggulnya sendiri.
“Saat ini belum banyak tersedia benih bawang daun yang telah memperoleh izin pelepasan dari Kementerian Pertanian. Kami berharap Meland-1 nantinya bisa menjadi salah satu varietas yang mendapat izin pelepasan sekaligus izin edar, sehingga membuka peluang pengembangan benih unggul dari Wonosobo,” tambahnya.
Harapan Petani
Upaya mengangkat harkat benih lokal ini ternyata bukan yang pertama. Kepala UPT Balai Benih Pertanian Sariaji Dispaperkan Wonosobo, Dwi Natali, menyebut sudah ada empat varietas lokal, termasuk cabai, yang didaftarkan. Bahkan, varietas cabai khas Garung dan Ngasinan sudah masuk dalam antrean untuk didaftarkan tahun depan.
Di tingkat petani, kehadiran Meland-1 sudah disambut dengan tangan terbuka. Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan Dispaperkan, Umar Shoid, mengungkap respons positif dari para petani di Kalikajar dan Watumalang yang sudah mencobanya.
“Selain dapat menekan biaya produksi, pengembangan benih bawang daun lokal ini juga diharapkan membantu petani dalam mengatur pola tanam, sehingga dapat mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi,” terang Umar.
Kini, setiap helai daun Meland-1 yang tumbuh di lahan uji coba itu menjadi saksi bisu dari sebuah ikhtiar besar. Ikhtiar untuk menjadikan Wonosobo mandiri benih, dan yang terpenting, memberikan para petaninya senjata ampuh untuk meraih kesejahteraan yang lebih baik.
| Bupati Afif Minta 10 Program PKK Tuntaskan Stunting di Wonosobo |
|
|---|
| Hujan Deras Landa Wonosobo, Empat Titik Longsor Tutup Akses Jalan |
|
|---|
| Puncak Festival Balon Wonosobo Besok, AirNav Keluarkan Peringatan |
|
|---|
| Wisatawan Asal Tangerang Rela Menginap demi Festival Balon di Wonosobo |
|
|---|
| Aksi Komunitas Badale Pukau Pengunjung Festival Balon Wonosobo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251020-uji-varietas-bawang-wonosobo.jpg)