Wonosobo
Bocah Wonosobo Bakal Dapat Beasiswa Kambing, Sekda: Biar Tak Cuma Main HP, Belajar Tanggung Jawab
Gebrakan baru digagas Pemkab Wonosobo. Pelajar akan diberi modal seekor domba sebagai tabungan pendidikan sekaligus pelajaran beternak sejak dini.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Di tengah kekhawatiran banyak orang tua melihat anak-anak yang tak bisa lepas dari gawai, sebuah gagasan tak biasa lahir di Kabupaten Wonosobo. Pemerintah daerah setempat tengah merancang program beasiswa unik: setiap siswa akan diberi modal seekor domba sebagai tabungan pendidikan sekaligus pelajaran tanggung jawab.
Gebrakan ini menjadi puncak dari semangat besar untuk mengembalikan gairah beternak di kalangan generasi muda, seiring meroketnya popularitas domba lokal khas Wonosobo (Dombos). Wacana ini mengemuka dalam acara Gebyar Tamades 2025 yang diselenggarakan oleh BPR BKK Wonosobo, Minggu (19/10/2025).
Beasiswa Seekor Domba
Baca juga: Cabai Wonosobo Siap Banjiri Jakarta, Kopi Bowongso dan Slukatan Disiapkan untuk Ekspor
Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, menjadi orang yang paling bersemangat dengan ide ini. Ia melihat populasi Dombos yang tumbuh pesat di hampir seluruh kecamatan harus diimbangi dengan regenerasi peternak.
“Saya minta buat video yang mengedukasi anak-anak. Juga dirancang beasiswa tapi dimodali kambing. Misalnya, siswa kelas 5 SD atau SMP akan mendapat satu kambing sebagai bentuk tabungan pendidikan biar tidak hanya bermain tapi punya tanggung jawab belajar berternak,” jelas Andang.
Menurutnya, langkah ini penting agar pengembangan Dombos tidak berhenti sebatas kontes atau hobi, melainkan menjadi pilar agrobisnis yang kokoh dan bernilai ekonomi tinggi.
“Informasi dari Dinas Pertanian, hampir seluruh kecamatan sudah ada Dombos,” ujar Andang, menunjukkan potensi besar yang harus digarap serius.
Membangun Ekosistem Bisnis
Semangat Pemkab ini bersambut dengan dukungan penuh dari lembaga keuangan lokal. Direktur Utama BPR BKK Wonosobo, Darsono, menjelaskan bahwa pihaknya siap membangun ekosistem peternakan yang sehat dan produktif. Salah satu pilar utamanya adalah kontes Dombos yang digelar dalam Gebyar Tamades.
“Dengan kontes ini, akan lahir bibit-bibit unggul, baik pejantan maupun indukan,” kata Darsono.
Tujuannya jelas, meningkatkan kualitas genetik sekaligus memperluas jaringan pemasaran para peternak. Tak berhenti di situ, BPR BKK juga telah menyiapkan skema kredit khusus yang sangat fleksibel, disesuaikan dengan siklus panen ternak.
“Pokok bisa dicicil 3 bulan, 4 bulan, atau 6 bulan. Bahkan bisa menjelang hari-hari tertentu seperti Iduladha,” jelas Darsono.
Kini, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan para peternak menjadi pertaruhan masa depan agrobisnis Wonosobo. Gagasan beasiswa domba ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi peternak yang tangguh dan mandiri, yang tak hanya mahir bermain gawai tetapi juga piawai merawat ternak.
| Sentil Kebiasaan Saat Bencana, BPS Wonosobo Gembleng 3 Desa Melek Data |
|
|---|
| Sukses Sedot 350 Ribu Turis Lewat Festival Balon, Wonosobo Legalkan Puluhan Grup Seni |
|
|---|
| Guru Ketahuan Ngonten Bakal Ditegur, Pemkab Wonosobo Resmi Batasi Main HP di Sekolah |
|
|---|
| Wamentan Pamer Setop Impor Beras di Ajang Kontes Sapi Raksasa Wonosobo |
|
|---|
| Jejak Kaki Bongkar Pencurian Sembako Rp526 Juta di Selomerto Wonosobo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251019-Kontes-Domba-Wonosobo.jpg)