Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Batang

RSUD Batang Buka Suara Soal Selang 30 Sentimeter Tertinggal di Tubuh Pasien dan Vonis HIV

RSUD Batang buka suara soal keberadaan selang 30 sentimeter dan vonis HIV kepada pasien Mistono.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINAS INDRIANI
MEDIASI - Direktur Utama RSUD Batang dr Any Rusydiani bersama pihak keluarga Mistono saat mediasi di RSUD Batang, Selasa (30/9/2025). Any menjelaskan keberadaan selang 30 sentimeter di tubuh Mistiono pascaoperasi batu ginjal dan vonis HIV yang diberikan kepada Mistiono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Mistono menuntut kejelasan tindakan medis yang dilakukan RSUD Batang.

Bukannya sembuh dari sakit setelah operasi pengambilan batu di saluran kencing, dia harus menahan sakit akibat pemasangan selang 30 sentimeter yang tak pernah dikomunikasikan dokter.

Dia juga divonis mengidap HIV yang setelah dites di rumah sakit lain, hasilnya negatif.

Dalam mediasi yang berlangsung antara pihak rumah sakit dan keluarga Mistono, Selasa (30/9/2025), pihak RSUD Batang akhirnya buka suara.

Direktur Utama RSUD Batang dr Any Rusydiani mengatakan, pemasangan selang 30 sentimeter merupakan bagian dari prosedur medis.

"Alhamdulillah, kami sudah melakukan mediasi terkait pemberitaan tentang Pak Mistono."

"Kami, bersama Mas Yusro, putra beliau, sudah menjalin komunikasi mendalam."

"Saat ini kami masih dalam tahapan kekeluargaan," kata dr Any kepada media, Selasa.

"Selang itu digunakan untuk mempertahankan saluran antara ginjal dan kandung kemih."

"Setelah operasi, masih ada sisa darah atau kristal batu. Tanpa selang, justru bisa lebih menyakitkan," tuturnya.

Baca juga: Ngeri! Selang 30 cm Tertinggal di Perut Mistono Usai Operasi Batu Ginjal di RSUD Batang

Menurut Any, durasi pemasangan selang bisa berkisar antara tiga bulan hingga satu tahun, tergantung kondisi pasien.

"Saat kontrol terakhir, belum ada indikasi untuk dilepas. Prosedur screening juga sudah dilakukan sesuai standar," tambahnya.

Terkait diagnosa HIV yang disebutkan oleh keluarga, dr Any menegaskan bahwa pihak rumah sakit tetap memegang prinsip kerahasiaan medis. 

"Kami tidak bisa menyampaikan hasil diagnosa, kami tetap memegang prinsip-prinsip confidential," ujarnya.

Keluarga Tak Pernah Diberi Tahu

Sementara itu, Yusro, putra Mistono, mengaku, pihak keluarga tidak mendapat penjelasan yang cukup soal keberadaan selang pascaoperasi maupun hasil diagnosa HIV.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved