Kamis, 21 Mei 2026

Berita Sragen

Viral, Porsi MBG di Kedawung Sragen Dikritik Pelit. Ternyata Disediakan SPPG Adik Kades

Porsi makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, dikritik karena dinilai terlalu sedikit.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNSOLO/ISTIMEWA
DIKRITIK PELIT - Postingan soal porsi makan bergizi gratis yang terlalu sedikit di Kedawung, Sragen, viral di media sosial. 

Suwarno mengatakan, di awal beroperasi, SPGG itu dibebani menu sekitar 2.000-an paket makanan. 

Namun, setelah 10 hari berjalan, beban target naik menjadi 3.050 paket. 

"Awalnya itu 2.000-an, kemudian naik 3.050 setelah 10 hari beroperasi," jelas dia. 

Saat ini, SPPG milik adik Suwarno memiliki 50 karyawan yang merupakan masyarakat desa setempat. 

Mereka menggunakan produk pertanian dari petani lokal.

"Sekitar 50 warga masyarakat Kedawung yang terserap. Petani lokal itu kan tertampung di pasar lokal, nanti diambil oleh SPPG," bebernya. 

Baca juga: Pelaku Pengrusakan Kantor DPRD Sragen Ditangkap, Ternyata Masih di Bawah Umur

Soal kasus yang viral, Suwarno memastikan, persoalan itu telah diselesaikan.

SPPG telah meminta maaf dan berjanji melakukan pembenahan. 

"Sudah dibenahi semuanya, jadi apabila memang ada kesalahan, kekurangan, intinya satu minta maaf dan juga dibenahi, intinya kan gitu," jelas dia. 

Camat Turun Tangan

Sementara itu, Camat Kedawung Endang Widayanti mengatakan, setelah dibanjiri laporan porsi MBG dinilai tak sesuai harga, pihaknya langsung turun tangan.

Bersama Muspika Kedawung, Endang langsung mendatangi dapur SPPG di Desa Karangpelem yang menjadi pemasok MBG.

Mereka mengkroscek kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

“Ada banyak yang laporan, termasuk Pak DPRD sudah koordinasi dengan kami, akhirnya kita Muspika ke sana, ke dapur SPPG untuk kroscek, klarifikasi, memberi pengarahan," kata Endang, Rabu, dikutip dari Tribunsolo.

Dari hasil kroscek itu, kata Endang, SPPG mengaku menyadari kesalahan dan berjanji tidak mengulangi.

Endang pun telah meminta pengelola menjalankan program sesuai aturan dan standar yang berlaku.

Bahkan, guru dan sekolah diimbau untuk ikut mengontrol kelayakan makanan yang diberikan.

"Kalau kira-kira tidak layak atau jauh dari indeks, ya bisa dilaporkan ke dapur SPPG, biar dipenuhi dulu," tambah Endang. (Kompas.com/Romensy Augustino, Tribunsolo/Septiana Ayu Lestari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SPPG Sragen Dituding Pelit, Ternyata Milik Adik Kades Karangpelem".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved