Demo Ojol
Demo di Mako Brimob Solo Ricuh, Gas Air Mata Ikut Bubarkan PKL Manahan. 10 Orang Dilarikan ke RS
Demo driver ojek online (ojol) di Mako Brimob Solo, berujung ricuh. Tembakan gas air mata membuat 10 orang dilarikan ke rumah sakit.
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto | Editor: rika irawati
Namun, semprotan gas air mata tidak membuat ratusan demonstran mundur.
Mereka kembali ke lokasi dan melempar batu, botol, dan sejumlah barang lain ke arah Mako Brimob.
Selain itu, massa kembali membakar barrier jalan.
Baca juga: Pilu Penjual Kopi di Solo, Untung Rp 21 Ribu Dituntut Rp 115 Juta Gegara Gelar Nobar Liga Inggris
Seluruh aktivitas perdagangan di sekitar Stadion Manahan lumpuh total.
Para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi memilih menutup warung lebih cepat.
Sekitar pukul 16.35 WIB, gas air mata kembali ditembakkan.
Para demonstran berlarian meninggalkan titik pusat lokasi.
Polisi lalu membuat barikade di depan jalan Adi Sucipto.
Aksi massa lalu membuat barisan di depan patung Soekarno Manahan.
Polisi kembali memaksa demonstan mundur dan membubarkan diri.
Namun, hingga pukul 18.00 WIB massa aksi belum juga berhenti.
"Tadi, di sini, jam 4 sore, ada 10–15 ambulans yang membawa para korban," kata Sopir ambulans dari Abimanyu Ambulans Gemolong, Heski Alistia Budi
Data yang didapat, 10 korban tembakan gas air mata itu di antaranya, Heri, Annafik Qodri, Linda Dewi, Nabil, Dandi, Faisal, Muhammad bin Nasir, Budi Susanto, dan Yayuk. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.