Jumat, 15 Mei 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Gunakan Data Intelijen Usang, Amerika Serikat Akui Bertanggung Jawab Atas Serangan Sekolah di Iran

Investigasi militer AS akui rudal Tomahawk salah sasaran hingga hantam sekolah dasar di Minab, Iran. 165 orang tewas, mayoritas anak-anak.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
x
ILUSTRASI - Ledakan di Pelabuhan Shahid Rajaee, Iran disebabkan oleh bahan rudal. 

Ringkasan Berita:
  • The New York Times yang mengutip pejabat AS pada Rabu (11/3/2026) menyebutkan, penyelidikan terhadap serangan 28 Februari masih berlangsung, tetapi temuan awal menunjukkan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab. 
  • Investigasi militer Amerika Serikat telah menetapkan bahwa rudal Tomahawk AS menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, Iran karena kesalahan penargetan. 
  • Akibat serangan itu, sebanyak 165 orang tewas, sebagian besar anak-anak.

TRIBUNBANYUMAS.COM, WASHINGTON – Investigasi internal militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa rudal Tomahawk milik AS telah menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, Iran, pada akhir Februari lalu.

Insiden mematikan yang menewaskan 165 orang—mayoritas anak-anak—tersebut dinyatakan sebagai kesalahan fatal dalam penargetan.

Laporan The New York Times dan CNN yang mengutip sumber pejabat tinggi Pentagon pada Rabu (11/3/2026), menyebutkan bahwa temuan awal penyelidikan menunjukkan Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas serangan yang terjadi pada 28 Februari tersebut.

Pemicu Tragedi: Data Intelijen Usang

Penyelidikan mengungkapkan bahwa perwira di Komando Pusat (CENTCOM) AS menggunakan koordinat target berdasarkan data usang yang dipasok oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA).

Gedung sekolah tersebut diketahui berada dalam blok yang sama dengan kompleks bangunan milik angkatan laut Garda Revolusi Islam (IRGC).

Meskipun gedung sekolah tersebut awalnya merupakan bagian dari pangkalan militer, area tersebut telah dipagari dan dipisahkan menjadi fasilitas sipil sejak periode 2013 hingga 2016.

Pihak penyelidik kini tengah menelusuri mengapa informasi kedaluwarsa itu bisa lolos ke tahap eksekusi tanpa verifikasi ulang yang memadai.

Baca juga: Kontraktif Sinyal Damai Trump di Selat Hormuz: Sebut Target Habis, tapi Iran Hantam Kapal Komersial

Polemik Saling Tuding

Sebelum hasil investigasi ini mencuat, Presiden Donald Trump sempat menuding pihak Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut, meskipun Teheran tidak memiliki persenjataan rudal Tomahawk

Namun, pasca-temuan awal ini, Trump menyatakan akan menerima hasil akhir dari penyelidikan militer.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sejak awal telah mengutuk keras serangan ini dan menuduh Amerika Serikat serta Israel sengaja menyasar warga sipil.

Israel sendiri secara konsisten membantah keterlibatan maupun pengetahuan apa pun terkait operasi di Minab.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pekan lalu sempat membela posisi Washington dengan menyatakan bahwa militer AS tidak akan pernah dengan sengaja menjadikan sekolah sebagai target serangan.

Dampak Kemanusiaan yang Masif Tragedi di Minab menjadi titik terendah dalam eskalasi konflik AS-Iran tahun ini.

Dengan korban jiwa mencapai 165 orang, tekanan internasional diperkirakan akan meningkat tajam terhadap Gedung Putih untuk segera menghentikan operasi militer dan memberikan pertanggungjawaban atas kerugian sipil yang terjadi. (ahmad naufal/kPS)

Baca juga: Praperadilan Gugatan Yaqut Cholil Qoumas Kandas, Kasus Korupsi Kuota Haji di KPK Jalan Terus

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved