Rabu, 6 Mei 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Fasilitas Minyak Diserang AS-Israel Hantam, Iran Tegaskan Tak Ganggu Pasokan BBM

Serangan udara AS-Israel menargetkan depot minyak di Teheran dan Alborz, menewaskan empat orang. Iran klaim pasokan BBM tetap aman

Tayang:
Editor: Rustam Aji
AFP/MAHMUD HAMS
ILUSTRASI - Ledakan akibat serangan. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat (AS )dan Israel menyerang target baru, yaitu sejumlah fasilitas minyak di sekitar Ibu Kota Teheran, Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026). 
  • Serangan pertama di infrastruktur energi Iran ini menewaskan empat orang dan memicu kebakaran besar yang menyelimuti kota dengan asap tebal.
  • CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, menegaskan bahwa pasokan bahan bakar tetap aman

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin mencekam setelah pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara masif ke sejumlah fasilitas minyak di sekitar Ibu Kota Teheran, Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu pagi.

Serangan yang menargetkan infrastruktur energi ini menewaskan empat orang dan memicu kebakaran hebat yang menyelimuti kota dengan asap tebal.

CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, mengonfirmasi bahwa empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran serta Provinsi Alborz menjadi sasaran utama.

Di antara korban tewas, dua di antaranya diketahui merupakan sopir truk tangki minyak.

Infrastruktur Vital Jadi Target Militer Israel mengeklaim operasi ini sebagai serangan signifikan untuk menghancurkan infrastruktur yang digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.

Baca juga: Sekutu Teluk Mendidih, Anggap Donald Trump Hanya Fokus Lindungi Israel dari Rudal Iran

"Serangan ini bertujuan menghancurkan kapasitas militer rezim Teheran," tulis pernyataan resmi militer Israel, Minggu (8/3/2026).

Salah satu titik ledakan terdengar di dekat distrik Shahr Rey, lokasi kilang minyak utama Teheran.

Rekaman video yang diverifikasi oleh New York Times menunjukkan kobaran api besar menerangi langit malam, disusul kepulan asap yang masih tercium oleh warga hingga Minggu pagi.

Meskipun kerusakan fisik terlihat nyata, Pemerintah Iran menjamin ketersediaan energi nasional.

"Cadangan BBM kami cukup, pasokan bahan bakar dipastikan tetap aman," tegas Veyskarami.

Situasi Teheran Mencekam Warga

Teheran melaporkan getaran ledakan terasa hingga berkilo-kilometer. Amir, seorang pengusaha setempat, mengaku terpaksa memboyong keluarganya keluar kota karena merasa tidak ada lagi tempat yang aman.

"Situasi memburuk, jalanan keluar kota pun berbahaya karena target di sekitarnya terus diserang," ungkapnya.

Baca juga: Retaknya NATO: Trump Kecam Sekutu Eropa yang Larang Pangkalan Militer Dipakai Serang Iran

Gempuran ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah serangan Israel ke Bandara Mehrabad, pusat perjalanan domestik tersibuk di Iran.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Iran dilaporkan telah meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal baru yang menargetkan wilayah Israel serta kepentingan AS di kawasan tersebut.

Perang terbuka ini dipicu oleh serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi. (aditya/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved