Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Israel dan Amerika

Suksesi Takhta Iran: Nama Mojtaba Khamenei Menguat Usai Gugurnya Rahbar di Teheran

Pasca tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, nama putranya, Mojtaba Khamenei, mencuat sebagai calon kuat Pemimpin Tertinggi Iran.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/TASNIM/MAHMOUD HOSSEINI via WIKIMEDIA
CALON PENERUS - Sayyed Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 
Ringkasan Berita:
  • Putra Ayatollah Ali Khamenei, Seyyed Mojtaba Khamenei, dilaporkan telah disiapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru selepas ayahnya tiada. 
  • Sejumlah laporan media Iran, termasuk media pemerintah Fars, menyebut nama putra kedua Ayatollah Ali, yaitu Mojtaba Khamenei, sebagai kandidat kuat menduduki jabatan sakral ini. 
  • Dikutip dari Bhaskar English pada Minggu (1/3/2026), persiapan untuk menjadikan Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi telah dilakukan dua tahun terakhir. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Struktur kekuasaan tertinggi di Iran kini berada di ambang transisi besar. 

Nama Seyyed Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan telah disiapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru untuk mengisi kekosongan jabatan setelah ayahnya tiada.

Langkah suksesi ini mengemuka setelah Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kantornya di Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Insiden mematikan tersebut turut menewaskan sekitar 40 komandan senior serta sejumlah anggota keluarga inti sang Rahbar.

Persiapan Rahasia Selama Dua Tahun Meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah, laporan media pemerintah Fars menyebutkan bahwa persiapan menjadikan Mojtaba sebagai penerus telah dilakukan sejak dua tahun terakhir.

Baca juga: Ali Larijani Sosok Kunci Pasca-Kematian Khamenei: Diprediksi Jadi Penentu Nasib Iran

Isyarat pencalonan ini sejatinya sudah muncul pada 2024 saat kondisi kesehatan Ali Khamenei mulai menurun.

"Majelis Pakar telah menggelar diskusi rahasia sejak September 2024 terkait isu suksesi ini atas permintaan langsung dari mendiang Khamenei," tulis laporan tersebut.

Mojtaba Khamenei dikenal memiliki pengaruh kuat di balik layar, terutama di lembaga intelijen dan institusi kunci negara.

Meskipun tidak memegang jabatan formal di pemerintahan, ia dipandang memiliki kemampuan teologi Islam yang mumpuni untuk mempertahankan stabilitas politik Iran di tengah krisis.

Mekanisme Majelis Pakar

Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menyandang gelar Rahbar berada di tangan Majelis Pakar. 

Lembaga ini terdiri dari 88 ulama senior yang memiliki wewenang konstitusional untuk memilih, mengawasi, dan memberhentikan otoritas keagamaan tertinggi negara.

Jabatan Pemimpin Tertinggi Iran sendiri merupakan posisi paling sakral dan absolut dalam struktur politik Teheran.

Baca juga: Iran Berduka: Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Dikonfirmasi Wafat Pasca-Serangan Udara

 Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, pemegang jabatan ini memiliki kendali penuh atas militer, peradilan, hingga kebijakan luar negeri, menjadikannya otoritas tunggal yang melampaui posisi Presiden maupun Parlemen.

Jika terpilih, Mojtaba akan menjadi tokoh ketiga yang menduduki jabatan ini sejak Revolusi Iran 1979, mengikuti jejak kakeknya, Ayatollah Ruhollah Khomeini, dan ayahnya yang telah menjabat selama 37 tahun. Kini, publik dunia menanti langkah resmi dari Majelis Pakar untuk menentukan arah masa depan Iran pasca-insiden berdarah di Teheran tersebut. (aditya/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved