Senin, 8 Juni 2026

Layanan Ambulans Unik Banyumas

Nenek Takut Mobil Putih Jadi Awal Mula Ambulans Hello Kitty di Banyumas

Ambulans stiker Hello Kitty di Purwokerto layani warga gratis. Digagas sejak 2017 karena ada nenek yang takut mobil ambulans putih.

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
AMBULANS UNIK - Sopir sekaligus penggagas Komunitas Kitty Group, Agus Setiawan, berpose memberikan acungan jempol dari dalam ambulans bermotif kartun Hello Kitty di halaman Panti Asuhan Harapan Mulia Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (5/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Komunitas Kitty Group di Banyumas mengoperasikan ambulans unik bertema karakter kartun seperti Hello Kitty
  • Inisiatif ini digagas oleh Agus Setiawan untuk menghilangkan rasa takut masyarakat terhadap mobil ambulans
  • Layanan ambulans ini bersifat sosial dan sering kali digratiskan bagi warga yang tidak mampu
  • Meskipun telah beroperasi selama delapan tahun, komunitas ini belum mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sebuah mobil berhias stiker kartun Hello Kitty dengan perpaduan warna putih dan merah muda tampak terparkir di halaman Panti Asuhan Harapan Mulia Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Sepintas, mobil tersebut mungkin dikira sebagai kendaraan khusus untuk mengantar anak-anak panti asuhan berangkat ke sekolah.

Namun ternyata, kendaraan roda empat itu merupakan sebuah mobil ambulans yang dioperasikan untuk mengantar warga sakit ataupun membawa jenazah.

Baca juga: Diberangkatkan dari GOR Satria Purwokerto, Jemaah Calon Haji Banyumas Dikawal TNI-Polri dan Ambulans

Tampilan luar mobil tersebut dihias secara unik dan mencolok. Terdapat gambar karakter Hello Kitty, balon warna-warni, hingga ornamen bintang-bintang. Menariknya, bagian dalam kabin ambulans tersebut juga dipenuhi stiker dengan tema serupa.

Ambulans unik tersebut merupakan bagian dari layanan sosial dari Komunitas Kitty Group yang digagas oleh seorang pemuda bernama Agus Setiawan (35).

Dalam menjalankan aksi kemanusiaannya, komunitas tersebut mendapatkan dukungan penuh dari beberapa organisasi dan pemilik usaha lokal. Dukungan tersebut di antaranya datang dari organisasi Isuzu Panther Community Indonesia (IPCI), Panti Asuhan Harapan Mulia, Indonesia Off-Road Federation (IOF) Cabang Banyumas, Lelang Brownis Shodaqoh (LBS), serta Toko Bangunan Wanarta.

"Pelayanan kami, kalau memang tidak mampu, kami akan bantu. Kalau dalam kota kami gak pernah narik biaya, seikhlasnya saja," katanya saat diwawancarai Tribunbanyumas.com, Jumat (5/6/2026).

Kala itu, sang nenek merasa sangat ketakutan saat melihat mobil ambulans standar yang hanya berwarna putih polos. Dari kejadian itulah, akhirnya muncul ide untuk menggunakan gambar-gambar kartun yang lucu.

"Setelah itu, respons masyarakat luar biasa baik. Anak-anak yang biasanya di jalan kampung pada takut jadi enggak, malah antusias wih ada ambulans Hello Kitty," ungkapnya dengan antusias.

Kelima armada ambulans tersebut tampil dengan motif stiker yang berbeda-beda. Selain bermotif Hello Kitty, armada lainnya ada yang dihias dengan karakter Masha and the Bear, Bernard Bear, singa, hingga karakter semut.

Armada ambulans ini dibagi untuk menjangkau lima titik wilayah yang meliputi Kecamatan Ajibarang, Cilongok, Karanglewas, Baturraden, dan Kecamatan Banyumas.

"Kami cukup populer di Banyumas. Semua tahu tentang keunikan ambulans dan pelayanan kami," katanya bangga.

Menurut Agus, latar belakang pekerjaan masing-masing relawan di komunitasnya cukup beragam. Ada anggota yang bekerja di dinas sosial, dinas ESDM, RS Dadi Keluarga, hingga berprofesi sebagai perawat medis.

Untuk layanan operasional, mereka siap sedia menerima layanan antar jemput pasien, pengantaran jenazah, dan selalu siaga berjaga dalam berbagai acara di daerah (stand by event). Masyarakat yang membutuhkan bisa langsung menghubungi masing-masing relawan atau pengemudi.

"Alhamdulillah, sudah delapan tahun ini kami masih eksis. Kami prinsipnya membantu dan meringankan masyarakat sebisa mungkin," jelasnya.

Dia mencontohkan catatan operasional pada bulan Mei 2026, di mana tercatat ada sebanyak 321 layanan perjalanan yang berhasil diselesaikan oleh para relawan.

"Dari total layanan tersebut, kami menggratiskan sebanyak 141 layanan," katanya memberikan rincian.

Namun, saat disinggung mengenai bentuk dukungan dari pemerintah daerah, Agus mengakui bahwa sejauh ini sama sekali belum ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas untuk operasional Komunitas Kitty Group.

Pihaknya menceritakan bahwa komunitas sudah pernah berupaya mengajukan proposal permohonan bantuan armada kepada Pemkab Banyumas. Bantuan tersebut awalnya diharapkan bisa berwujud unit ambulans milik dinas kesehatan yang sudah berumur tua atau afkir, tetapi hasilnya masih tetap nihil.

"Sementara belum ada support, semoga ada perhatian dan mendapatkan unit yang lebih layak," pungkasnya berharap. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved