Senin, 8 Juni 2026

Inspirasi Ambulans Kartu Banyumas

Kisah Inspiratif Agus Setiawan dan Ambulans Kartun Kitty Group di Banyumas

Agus Setiawan (35), lulusan SMP di Banyumas sukses dirikan layanan ambulans kartun gratis untuk bantu warga miskin, Jumat (5/6/2026).

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
KOMUNITAS AMBULANS - Agus Setiawan, selaku penggagas sekaligus Koordinator Komunitas Kitty Group yang menyediakan layanan sosial antar jemput pasien dan jenazah gratis, berpose di dekat ambulansnya di Kabupaten Banyumas, Jumat (5/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Agus Setiawan menginisiasi ambulans bermotif kartun melalui komunitas Kitty Group di Banyumas
  • Layanan ambulans tersebut bersifat sosial dan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu
  • Komunitas ini aktif membantu evakuasi pasien selama masa pandemi Covid-19
  • Agus Setiawan tetap rendah hati meski hanya lulusan SMP dan memiliki riwayat pekerjaan yang beragam

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Agus Setiawan (35) merupakan sosok inspiratif di balik gagasan lahirnya ambulans bermotif gambar kartun dan hewan lucu di wilayah Kabupaten Banyumas.

Komunitas sosial yang didirikannya tersebut bernama Kitty Group, yang kini telah beroperasi dengan kekuatan jumlah lima unit armada ambulans.

Motif stiker yang menghiasi kendaraannya pun berbeda-beda. Terdapat armada dengan motif Hello Kitty, Masha and the Bear, Bernard Bear, hingga gambar singa dan semut.

Baca juga: Nenek Takut Mobil Putih Jadi Awal Mula Ambulans Hello Kitty di Banyumas

Selain tampilannya yang unik, layanan yang diberikan oleh komunitas ini juga sepenuhnya bersifat sosial.

Ia sendiri mengaku merasa sangat senang dan bangga saat bisa turun langsung membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan.

Bagi dirinya, ada sebuah pengalaman yang sangat membekas dan terkenang di hati, yakni saat ia bisa mengantarkan pasien atau membawa jenazah dari keluarga yang tidak mampu hingga ke luar kota.

"Pernah kami mengantarkan ke Bantarkawung, Brebes. Kami mengantarkan orang yang benar gak punya. Rasanya, ada kepuasaan sendiri di hati," kata Agus kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (5/6/2026).

Faktanya, pria dermawan ini ternyata hanya merupakan seorang lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Saat ini, dalam kesehariannya dia merupakan salah satu pengurus di Panti Asuhan Harapan Mulia dan memiliki sebuah armada truk yang biasa untuk disewakan.

Bila menilik riwayat pekerjaannya di masa lalu, ia dulunya pernah bekerja sebagai pelayan di toko plastik di Jakarta, menjadi pekerja kasar di galangan kapal di Batam, hingga merintis membuka sebuah bengkel las.

"Saya hanya berharap, saya bisa terus berjalan di jalan sosial dengan berbuat tanpa berharap. Intinya jadi lebih baik," ungkapnya merendah.

Pada awalnya, komunitas sosialnya ini tidak mau terjun langsung menangani pasien korban virus mematikan tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, karena melihat banyaknya korban isolasi mandiri (isoman) yang meninggal dunia akibat telat penanganan, komunitasnya pun pada akhirnya ikut tergerak untuk turun tangan.

"Akhirnya, ayolah kita bantu yang isoman di rumah agar dievakuasi ke rumah sakit. Karena saat itu, banyak yang isoman di rumah tapi dibawa ke rumah sakit setelah setengah hari, bahkan sudah sehari," jelasnya mengenang masa sulit tersebut.

Bahkan pada saat itu, dalam rentang waktu sehari saja, mereka bisa mengantarkan hingga sebanyak 11 pasien isoman yang kondisinya memburuk.

"Alhamdulillah kami melewati masa pandemi Covid-19. Anggota kami sehat dan tidak ada yang terpapar. Saat itu kami benar-benar menjaga kesehatan, makan yang cukup, minum vitamin, istirahat cukup dan minum jamu," katanya membagikan resep sehatnya. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved