Sabtu, 6 Juni 2026

Wisata Alam Pinusan Separe

Pesona Desa Wisata Pinusan Separe di Lereng Gunung Ungaran Kendal

Nikmati libur akhir pekan, warga padati Desa Wisata Pinusan Separe, Kendal, Sabtu (6/6). Wisata alam ini tawarkan tiket masuk sukarela.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/budi susanto
KEINDAHAN ALAM - Sejumlah pengunjung tampak bersantai menikmati keindahan alam dan bermain di sekitar aliran sungai yang berada di kawasan Desa Wisata Pinusan Separe (DWPS), Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (6/6/2026) sore. Destinasi wisata di lereng Gunung Ungaran ini banyak diminati warga luar daerah untuk mencari ketenangan dan kebersamaan keluarga. 

Ringkasan Berita:
  • Desa Wisata Pinusan Separe (DWPS) di lereng Gunung Ungaran menjadi destinasi wisata alam yang populer.
  • Kawasan ini menawarkan suasana hutan pinus yang asri dan aliran sungai jernih bagi para pengunjung.
  • Akses menuju lokasi tergolong ramah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
  • Pengunjung dapat menikmati aktivitas berkemah dan bermain air dengan biaya yang sangat terjangkau.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Ada tempat-tempat tersembunyi yang tidak memerlukan baliho besar agar dikenal oleh banyak orang.

Di sana, tak terdengar pengeras suara yang memanggil wisatawan untuk datang.

Tidak pula ditemukan deretan kafe estetik maupun wahana permainan yang berlomba memancing adrenalin.

Baca juga: Wisata Viral di Kabupaten Semarang: Kali Pangus Tawarkan Kesegeran Air Sungai dan Panoarama Alam

Tempat tersebut murni hanya menyediakan rimbunnya hutan, aliran sungai, serta kesunyian mendalam. Sisanya, alam bebas yang bekerja menyuguhkan keindahan. Di lereng Gunung Ungaran, tepatnya berada di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, terdapat sebuah kawasan asri yang perlahan menjadi buah bibir para pencinta wisata alam. Namanya adalah Desa Wisata Pinusan Separe (DWPS).

Meski letaknya berada di kawasan pegunungan, jalur menuju lokasi ini terbilang cukup ramah bagi pengendara. Para pengguna sepeda motor matik tidak perlu merasa terlalu khawatir saat melintas. Medan tanjakan dan tikungan dinilai masih bersahabat, sementara kendaraan roda empat atau mobil juga dapat melintas dengan sangat nyaman.

Sepanjang perjalanan, suhu udara perlahan mulai berubah. Semakin jauh meninggalkan keramaian hiruk-pikuk kota, semakin terasa kuat aroma tanah basah dan dedaunan yang terbawa oleh embusan angin. Hal yang menarik, destinasi wisata alam ini tidak membebani para pengunjungnya dengan harga tiket masuk yang mahal.

Begitu tiba di titik kawasan wisata, jejeran hutan pinus yang tumbuh rapat langsung menyambut kedatangan setiap tamu. Batang-batang pohon yang menjulang tinggi terlihat seperti pagar alami yang teguh menjaga kesejukan kawasan tersebut. Di sela-sela rimbunnya pepohonan, cahaya matahari menembus dan jatuh dengan lembut. Suasananya begitu teduh, hening, namun sama sekali tidak terasa sepi.

Dari area peristirahatan utama, perjalanan berjalan kaki menuju sungai hanya memakan jarak sekitar lima puluh meter. Jalurnya sangat mudah dilalui, bahkan cukup aman bagi anak-anak. Semakin melangkah dekat, suara gemericik air mulai terdengar memecah keheningan.

Sungai tersebut mengalir sangat jernih melewati bebatuan. Airnya terasa dingin, mengalir pelan persis di bawah rindangnya vegetasi hutan lebat yang masih sangat terjaga. Sebagian pengunjung tampak memilih bermain air di sana. Sementara itu, sebagian lainnya cukup menggelar alas matras di tepi sungai, asyik menikmati semilir angin sejuk sambil bercengkerama santai dengan sanak keluarga.

"Kalau cuaca panas, bermain air di sini rasanya menyejukkan sekali. Tempatnya juga masih alami," katanya saat ditemui, Sabtu (6/6/2026) sore.

Andre mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke kawasan Pinusan Separe ini. Menurut kesaksiannya, tempat wisata yang murni seperti ini mulai sulit ditemukan di daerah lain. Bukan karena fasilitasnya yang serba mewah, melainkan karena kondisi alamnya yang masih benar-benar terjaga dengan baik.

Di atas selembar tikar yang digelar sederhana, tampak sebuah kompor portable menyala dan memanaskan panci kecil yang mulai mengepul. Anak-anak terlihat riang berlarian di sekitar area hutan pinus, sementara anggota keluarga lainnya duduk santai menikmati hidangan secangkir kopi hangat.

Prima sengaja memilih repot membawa perlengkapan kemah sendiri agar waktu berkumpul bersama keluarga bisa terasa jauh lebih lama dan bermakna.

"Bisa masak bersama sambil menikmati pemandangan seperti ini rasanya berbeda. Anak-anak juga lebih senang karena bisa bermain di alam," ujarnya.

Bagi seorang Prima, liburan terbaik dan berkesan bukanlah liburan yang paling mahal biayanya, melainkan liburan yang mampu menghadirkan kehangatan kebersamaan. Dan Pinusan Separe telah memberinya ruang lapang untuk mewujudkan hal itu.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved