Banyumas
Redakan Pegal Saat Puasa, Warga Purwokerto Andalkan Jamu Herbal
Berbagai keluhan meriang saat bulan puasa membuat sebagian warga Purwokerto memilih rutin mengonsumsi jamu tradisional untuk daya tahan tubuh
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Saat bulan Ramadan, banyak masyarakat mengeluhkan kondisi badan meriang, demam, hingga sakit tenggorokan, sehingga mereka mencari obat herbal.
- Kedai Jamu dan Wedang Seger Waras di Jalan Kauman Lama, Purwokerto, menjadi jujukan warga untuk membeli jamu seperti kunyit asam dan beras kencur.
- Meski akses berobat medis kini makin mudah lewat BPJS, minat warga terhadap jamu tetap stabil dengan harga mulai Rp 13 ribu hingga Rp 30 ribu.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Saat memasuki ibadah puasa di bulan suci Ramadan, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kondisi badannya meriang, seperti demam, batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan.
Selain memeriksakan diri secara medis, sejumlah orang juga memilih mengonsumsi jamu tradisional sebagai obat herbal alternatif.
Salah satu jujukan warga adalah Kedai Jamu dan Wedang Seger Waras yang berlokasi di Jalan Kauman Lama, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Baca juga: Riset Nusantara Centre: Industri Jamu Besar Budaya, Kecil Ekonomi
Keluhan Badan Pegal
Seorang warga pembeli jamu, Atun (40) mengatakan, keluhan yang paling sering dialaminya selama berpuasa yaitu badan pegal-pegal karena kecapekan beraktivitas.
Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya ia akan meminum jamu pegal linu. Selain itu, saat sedang memasuki siklus haid, ia juga rutin mengonsumsi jamu kunyit asam.
"Kalau badannya pegel atau sakit, minum jamu jadi fresh dan segar," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/3/2026).
Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Pemilik Kedai Jamu dan Wedang Seger Waras, Ely (50) mengatakan, kedainya menyediakan berbagai jenis jamu. Mulai dari jamu gendong, keringan, pahitan, temulawak, hingga rempah-rempah yang belum diracik.
Selain itu, tersedia pula minuman hangat seperti wedang uwuh, baik yang sudah siap diseduh maupun racikan mentahnya.
"Paling ramai ya kunyit asem, beras kencur, sama cabai puyang. Ini untuk imun biar kekebalan tubuhnya meningkat," ungkap Ely.
Harga Jamu Tradisional
Ely menuturkan, meski saat ini akses berobat ke fasilitas kesehatan semakin mudah dengan adanya BPJS Kesehatan, animo masyarakat untuk membeli jamu tetap tinggi sebagai pendamping herbal.
Saat bulan Ramadan, jumlah pembelinya terpantau stabil, tidak mengalami lonjakan drastis maupun penurunan. Rata-rata per hari, kedainya melayani minimal 10 pembeli. Bahkan, satu orang pelanggan bisa memborong hingga delapan porsi sekaligus untuk persediaan satu keluarga.
"Untuk harga jamu gendong mulai Rp 13 ribu sampai Rp 30 ribu. Kalau rempah-rempah menyesuaikan harga pasar," jelasnya memungkasi. (fba)
| Evaluasi KONI Banyumas: 10 Cabor Tak Sehat, 45 Berprestasi |
|
|---|
| Imbas Parkir Gratis, Puluhan Jukir Indomaret Banyumas Dicarikan Lapak Baru |
|
|---|
| Cuma Rp6 Ribu, Rames Sorjem Resep Ibu, Sarapan Legend Warga Purwokerto |
|
|---|
| Wadah Baru Pegiat Padel, PBPI Banyumas Siap Cetak Atlet Nasional |
|
|---|
| Tanpa Juru Parkir Indomaret, Pemkab Banyumas Kantongi Rp360 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260304-purwokerto-jamu-seger-waras.jpg)