Senin, 13 April 2026

Purbalingga

Kitab Irsyadul Awam, Warisan Ulama Kharismatik Kiai Hisyam Purbalingga

Kiai Hisyam Abdul Karim, ulama berpengaruh di Purbalingga, tinggalkan warisan berharga berupa Kitab Irsyadul Awam

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
MUTHALAAH KITAB PESANTREN: Dua santri tampak sedang khusyuk melakukan muthalaah (menelaah) kitab saat bulan Ramadan di Masjid Jami Al Irsyad, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Kamis (26/2/2026). Salah satu warisan keilmuan di pesantren ini adalah Kitab Irsyadul Awam karya ulama kharismatik Kiai Hisyam Abdul Karim. 

Ringkasan Berita:
  • KH Muhammad Hisyam Abdul Karim mewariskan Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat dan sejumlah kitab bagi masyarakat di Purbalingga.
  • Salah satu karya fenomenalnya adalah Kitab Irsyadul Awam yang berisi syair dan nadam tentang ilmu tauhid atau akidah keimanan.
  • Kitab tersebut masih menjadi bahan ajar wajib bagi santri hingga saat ini, dan kerap menjadi objek penelitian akademis mahasiswa perguruan tinggi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - KH Muhammad Hisyam Abdul Karim yang merupakan sosok ulama berpengaruh di Kabupaten Purbalingga, tidak hanya meninggalkan warisan berupa bangunan Pondok Pesantren Roudlotus Sholichin Sholichat.

Semasa hidupnya, Kiai Hisyam juga meninggalkan sejumlah karya kitab yang bernilai tinggi, baik berupa karangan mandiri maupun kitab terjemahan.

Bahan Ajar Santri

Baca juga: Jelang Hari Santri 2025, Ratusan ASN Jateng Ngaji Kitab Karya KH Hasyim Asyari

Kitab karyanya tersebut sampai sekarang masih aktif digunakan sebagai bahan ajar di Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat yang beralamat di Dusun Sokawera RT 04 RW 01, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga.

Nama kitab karangannya yang paling termasyhur adalah Kitab Irsyadul Awam.

Seorang santri, Aris Saputra (21) mengatakan, Kiai Hisyam merupakan sosok dengan semangat teladan yang hebat, baik dari segi kedalaman ilmu agama maupun jiwa nasionalismenya. Sosoknya dikenal luas sebagai seseorang yang sangat kharismatik.

Kiai Hisyam mengarang kitab berjudul Irsyadul Awam yang sampai hari ini masih terus diajarkan kepada para santri di pesantren tersebut.

"Kami belajar kitab itu juga. Isinya menjelaskan tentang tauhid," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/2/2026).

Bahas Akidah Keimanan

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat, KH Achmad Musta'id Billah mengatakan, ayahnya yakni Kiai Hisyam semasa hidup memang aktif menulis beberapa karya kitab.

Antara lain, satu merupakan murni karya karangan dan lima lainnya merupakan karya terjemahan. Karya karangan utamanya yaitu Kitab Irsyadul Awam.

"Kitab itu mengenai akidah keimanan. Modelnya yaitu syair dan nadam. Saat ini masih diajarkan ke santri," ujarnya menjelaskan spesifikasi kitab.

Kiai Ta'id, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa peninggalan sang ayah lainnya sudah jelas berupa institusi Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat. Dulunya, pesantren tersebut hanya khusus diperuntukkan bagi santri laki-laki, namun seiring perkembangan zaman, saat ini rutan juga menerima santri perempuan.

Jadi Objek Penelitian

Peninggalan amal jariah lainnya dari sang ulama yaitu majelis pengajian rutin untuk masyarakat umum.

"Setiap hari Sabtu ada pengajian yang bersifat umum. Jadi masyarakat umum bisa mengaji bersama," ungkap Kiai Ta'id.

Keistimewaan dan kedalaman ilmu dalam Kitab Irsyadul Awam karya KH Muhammad Hisyam Abdul Karim ini juga telah menarik perhatian kalangan akademisi dan menjadi objek penelitian mahasiswa.

Satu di antaranya dilakukan oleh Perbu Alim Tufando, seorang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto.

Ia mengangkat mahakarya tersebut dalam skripsinya yang berjudul Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Syair Irsyadul Awam Bibayani Dinil Islam Karya KH Hisyam Abdul Karim. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved