Selasa, 28 April 2026

Kebumen

Jejak Herman Fernandez di Kebumen, Keluarga Menangis di Eks Markas CPM

Tim pengusul gelar pahlawan Herman Yoseph Fernandez napak tilas di Kebumen. Keluarga haru kunjungi eks Markas CPM tempat Herman ditahan Belanda.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
NAPAK TILAS - Tim pengusul gelar pahlawan nasional Herman Yoseph Fernandez saat mengamati Monumen Kemit di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, sebagai bukti sejarah batas demarkasi RI-Belanda, Sabtu (7/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Tim Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Herman Yoseph Fernandez melakukan napak tilas di sejumlah lokasi bersejarah di Kebumen, Sabtu (7/2/2026).
  • Keluarga Herman Fernandez, Grace Siahaan Njo, tak kuasa menahan haru saat mengunjungi bangunan tua di dekat Benteng Van Der Wijck yang dulunya Markas CPM Belanda tempat pamannya ditahan.
  • Tim juga meninjau Monumen Kemit di Karanganyar sebagai bukti batas demarkasi perjuangan RI-Belanda untuk melengkapi data ke Kementerian Sosial.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Suasana haru menyelimuti langkah kaki Tim Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Herman Yoseph Fernandez saat tiba di sebuah bangunan era kolonial di sekitar Benteng Van Der Wijck, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Sabtu (7/2/2026).

Di bangunan itulah, Herman Yoseph Fernandez, pria kelahiran Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pernah ditahan oleh Belanda saat Agresi Militer Kedua.

Kala itu, Herman tergabung dalam pasukan tentara pelajar.

Baca juga: Ada Makam KH Mahfudz Salam di Benteng Pendem Ambarawa, Diusulkan Jadi Pahlawan

Ketua Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar Kabupaten Kebumen, Bambang Priyambodo menjelaskan secara detail sejarah gedung yang dulunya berfungsi sebagai Markas Corps Polisi Militer (CPM) Belanda tersebut.

Bekas Lokasi Penahanan

Mendengar penjelasan sejarah tersebut, saudara dari Herman Yoseph Fernandez, Grace Siahaan Njo, tampak tertegun.

Ia bersama tim terus berupaya menggali jejak perjuangan pamannya usai pertempuran di Palagan Sidobunder hingga akhirnya ditangkap karena didakwa menembak perwira Belanda.

Grace menyampaikan, lokasi penahanan ini sebelumnya tidak pernah disebut secara spesifik dalam literatur sejarah perjuangan pamannya.

"Tempat di mana beliau itu ditahan," kata Grace sembari memandang nanar bekas Markas CPM tersebut.

Baginya, pengalaman mendatangi satu per satu lokasi bersejarah ini sangat luar biasa.

Sebelumnya, tim telah berkunjung ke Monumen Sidobunder dan kini berdiri tepat di lokasi pamannya pernah dipenjara.

"Ini sesuatu yang luar biasa dalam napak tilas ini. Bisa menemukan, berjumpa, mendatangi titik ini. Dan itu terus terang membuat kami terharu, karena kami bisa bayangkan situasi pada saat itu," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Syarat Pahlawan Nasional

Napak tilas ini bukan sekadar wisata sejarah, melainkan upaya validasi lapangan untuk memperkuat pengusulan Herman Yoseph Fernandez sebagai Pahlawan Nasional ke Kementerian Sosial (Kemensos).

"Tahun ini kami diberikan kesempatan kembali untuk mengusulkan Pak Herman. Dalam catatan Kementerian Sosial, dikatakan bahwa Pak Herman itu layak diusulkan untuk menjadi calon pahlawan nasional," ungkap Grace.

Selain itu, perjalanan ini juga bertujuan mengangkat sejarah lokal era kemerdekaan di Kabupaten Kebumen, seperti Palagan Sidobunder, agar lebih dikenal publik.

Pihaknya kini tengah menggagas penulisan biografi serta naskah akademik terkait perjuangan Herman.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved