Kebumen
Profil Desa Bojongsari Kebumen, Gudangnya Perajin Peci
Desa Bojongsari dikenal sebagai sentra produksi peci di Kebumen. Produk buatan warga lokal ini sukses tembus pasar luar Jawa hingga Kalimantan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Wilayah Kedungbanjul, Desa Bojongsari, tumbuh menjadi sentra industri rumahan (home industry) pembuatan peci yang memberdayakan masyarakat sekitar.
- Produk peci dari desa ini telah menjangkau pasar luas, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga menyeberang ke Sumatera dan Kalimantan.
- Selain peci dengan berbagai motif dan harga terjangkau, desa ini juga memiliki potensi produksi konveksi lain seperti jas hujan dan tas anak.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Jika Anda berkunjung ke wilayah Kedungbanjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, jangan heran jika melihat kesibukan warga yang seragam.
Desa ini telah lama dikenal sebagai "gudangnya" perajin peci yang menghidupi roda ekonomi masyarakat setempat.
Aktivitas produksi di desa ini melibatkan hampir seluruh lapisan warga, menjadikannya contoh sukses pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
Baca juga: Mulai Rp 10 Ribu, Peci Premium Ada di Bojongsari Kebumen
Pemandangan ibu-ibu yang duduk di teras rumah sembari menyulam peci menjadi hal lumrah yang mudah ditemui.
Sentra Ekonomi Warga
Salah satu perajin yang telah merintis usaha sejak 2010, Nurwahid (47), menceritakan bagaimana ekosistem industri ini berjalan.
Ia menggandeng tetangga sekitar untuk terlibat dalam setiap tahap produksi.
“Warga dilibatkan mulai dari memotong bahan, menjahit, sablon, finishing hingga dikemas ke dalam kardus,” ungkapnya.
Kolaborasi ini membuat kapasitas produksi desa cukup besar.
Dalam kondisi normal, satu unit usaha bisa menghasilkan 20 hingga 25 kodi per hari.
Angka ini bisa melonjak drastis saat pesanan membeludak, terutama menjelang momentum Ramadan.
Tembus Pasar Luar
Kualitas peci buatan warga Bojongsari ternyata tidak kalah dengan pabrikan besar.
Terbukti, jangkauan pasarnya sudah melintasi batas pulau.
Nurwahid menuturkan, peci produksinya telah dipasarkan secara luas.
Selain memenuhi permintaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, produk desa ini juga rutin dikirim ke Sumatera hingga Kalimantan.
“Kalau pesanan banyak, seperti jelang puasa, itu bisa 50 kodi lebih per hari,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (11/1/2026).
| Bisa Tarik Kabel Optik, Drone Pancing Kebumen Dijual Rp7,86 Juta |
|
|---|
| Bak Air Muhajir Ambruk Dihantam Longsoran Tebing 8 Meter di Sruweng |
|
|---|
| Atasi Kelangkaan Es Batu, 65 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Jalan |
|
|---|
| Mesin Perahu Karet Sempat Trouble, Remaja Hanyut di Kebumen Belum Ketemu |
|
|---|
| Butuh Waktu Sebulan, Proyek Rumput Stadion Candradimuka Kebumen Tender Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260111-Sulam-Manual.jpg)