Selasa, 28 April 2026

Kebumen

Mulai Rp 10 Ribu, Peci Premium Ada di Bojongsari Kebumen

Sentra peci Bojongsari Kebumen mulai kebanjiran order jelang Ramadan. Tawarkan harga murah mulai Rp 10 ribu, produk tembus pasar Sumatera.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
Kejar Tayang - Seorang pekerja tengah sibuk menjahit potongan bahan menjadi peci setengah jadi di sentra kerajinan Desa Bojongsari, Alian, Kebumen, Minggu (11/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wilayah Kedungbanjul, Desa Bojongsari, dikenal sebagai sentra produksi peci yang memberdayakan warga sekitar, mulai dari penjahit hingga ibu rumah tangga.
  • Jelang Ramadan, produksi melonjak hingga dua kali lipat mencapai 50 kodi per hari untuk memenuhi permintaan pasar lokal hingga luar pulau.
  • Peci dijual dengan harga sangat terjangkau, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu, dengan varian desain menarik seperti batik dan karakter anak.

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kesibukan tampak meningkat di wilayah Kedungbanjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen.

Deru mesin jahit dan aktivitas warga yang menyulam menjadi pemandangan khas di desa yang dikenal sebagai sentra pembuatan peci ini.

Momen menjelang bulan suci Ramadan menjadi masa panen bagi para pengrajin.

Baca juga: Warga Wonosobo Produksi Peci Unik dengan Motif Carica Khas Dieng

Aktivitas produksi terlihat lebih padat dari hari biasa, melibatkan banyak warga desa dalam rantai pembuatannya.

Sibuk Jelang Ramadan

Proses produksi berjalan silih berganti. Seorang warga tampak sibuk memotong kain sesuai ukuran, yang kemudian dijahit menjadi peci setengah jadi.

Di sudut lain, teras-teras rumah dipenuhi ibu rumah tangga yang dengan telaten menyulam peci yang telah selesai dijahit.

Pengrajin peci setempat, Nurwahid (47), mengatakan bahwa ia memang sengaja menggandeng warga sekitar dalam proses produksi.

“Kami melibatkan warga mulai dari memotong bahan, menjahit, sablon, finishing hingga dikemas ke dalam kardus,” ujar pria yang telah merintis usaha sejak tahun 2010 ini.

Tembus Luar Jawa

Nurwahid mengakui, pesanan peci mulai mengalami grafik peningkatan signifikan saat mendekati bulan puasa.

Jika pada hari biasa produksi berkisar 20 hingga 25 kodi, angka tersebut melonjak tajam saat ini.

“Kalau pesanan banyak itu bisa 50 kodi lebih setiap harinya,” katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (11/1/2026).

Puncak kesibukan biasanya terjadi pada H-15 Lebaran, di mana ia kerap kewalahan memenuhi permintaan.

Pasar peci buatan Bojongsari ini tak main-main, tidak hanya beredar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tetapi juga merambah hingga Sumatera dan Kalimantan.

Harga Sangat Terjangkau

Daya tarik utama peci Bojongsari terletak pada variasi desain dan harga yang ramah di kantong.

Tidak hanya peci polos, pengrajin juga memproduksi peci motif batik, custom, hingga karakter yang digemari anak-anak.

Harganya pun sangat bervariasi dan kompetitif.

“Harganya bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu per peci,” jelas Nurwahid.

Selain peci, Desa Bojongsari sebenarnya juga memproduksi aneka kerajinan lain seperti mantel hujan, topi, dan tas anak.

Namun, peci tetap menjadi primadona utama yang mengangkat nama desa tersebut. (Ais)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved