Kamis, 9 April 2026

Banyumas

'Pedang' Satu Meter dari Purwokerto Siap Tantang Sate Klatak Jogja

Sate kambing sepanjang 1 meter ditusuk pedang kini hadir di Purwokerto. Berani coba? Ini bukan sekadar sensasi, tapi ambisi besar.

TRIBUN BANYUMAS/ PERMATA PUTRA SEJATI
SENJATA KULINER BARU PURWOKERTO. Seorang pengunjung menunjukkan gagahnya Sate Bawor, sate kambing sepanjang satu meter yang ditusuk dengan 'pedang' baja di warung Sate KMC Purwokerto, Senin (20/10/2025). Inovasi yang diklaim sebagai sate terpanjang se-Indonesia ini siap menjadi ikon baru kuliner Banyumas. 

Di sebuah warung sederhana di Purwokerto, tusuk sate bambu yang ringkih telah pensiun. Gantinya adalah sebilah 'pedang' baja sepanjang satu meter, gagah menopang hampir setengah kilogram daging kambing muda yang dibakar sempurna. Ini bukan lagi sekadar hidangan, ini adalah sebuah pernyataan perang dalam dunia kuliner.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Maryoso, sang empu di balik Sate Kambing Masih Cempe (KMC), telah melempar tantangan. Ia tak mau lagi Banyumas hanya menjadi penonton dalam peta kuliner Jawa. Dari dapurnya di Jalan Jatisari, ia melahirkan sebuah monster lezat yang ia harap bisa menjadi jawaban atas dominasi Sate Klatak dari Yogyakarta.

Senjata andalannya adalah Sate Bawor, sebuah kreasi yang lebih mirip properti film kolosal ketimbang menu makan siang.

Lahir dari Bisikan Pelanggan

Baca juga: Replika Sate Raksasa Meriahkan Karnaval Kendaraan Hias Tegal, Warga Sambut Antusias

Ide gila ini, kata Maryoso, justru lahir dari bisikan para pelanggannya. Mereka bosan dengan yang biasa, mereka menginginkan sesuatu yang berbeda. Bisikan itu ia tangkap sebagai sebuah peluang.

"Inspirasi awalnya itu dari masukan konsumen. Akhirnya saya kepikiran buat bikin sate seperti ini. Jadi saya pikir ya sudah sekalian buat varian baru," ujar Maryoso, Senin (20/10/2025).

Sate raksasa ini sengaja ia jadikan menu eksklusif yang hanya bisa ditemui di outlet pusatnya. Sebuah magnet, sebuah ikon yang tak akan bisa ditemui di tempat lain.

Bawor, Sang Penantang dari Banyumas

Nama "Bawor" dipilih bukan tanpa alasan. Ia adalah ruh dari Banyumas itu sendiri. Maryoso ingin, kelak orang akan datang ke Purwokerto bukan hanya untuk mendoan, tapi juga untuk menaklukkan Sate Bawor.

"Kenapa namanya Bawor, saya inginnya sate bawor ini jadi ikon Banyumas. Kalau Jogja punya sate klatak, Banyumas juga bisa punya sate bawor," katanya, penuh semangat.

Ambisi ini tak main-main. Inovasi sate pedang ini bahkan telah ia daftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), mengklaimnya sebagai sate kambing terpanjang se-Indonesia.

Pertaruhan di Atas Bara Api

Menciptakan sate raksasa adalah sebuah pertaruhan. Daging setebal itu rawan alot dan berbau prengus. Maryoso sempat was-was. Namun, setelah melalui serangkaian uji coba, ia menemukan resepnya: daging kambing super muda usia lima bulan, dibakar dengan sabar di atas bara api yang tak terlalu panas.

"Saya awalnya khawatir apakah kalau dengan ukuran besar bisa empuk. Tapi setelah saya coba ternyata bisa juga dan tidak prengus," ujarnya lega.

Dari 'Takut' Menjadi 'Nikmat'

Sensasi sate pedang ini sontak membuat para pengunjung terperangah. Putra (31), salah satu pelanggan, mengaku sempat ngeri saat hidangan itu tersaji di mejanya.

"Unik banget. Tadi pertama lihat agak takut, soalnya ditusuk pakai pedang. Tapi ini baru pertama kali makan sate sepanjang ini," kata Putra.

Rasa takut itu seketika sirna setelah suapan pertama. Perjuangan melepas daging dari 'pedang' baja itu terbayar lunas. "Dagingnya besar-besar, empuk, dan tidak berbau. Rasa bumbunya meresap sampai ke dalam," pujinya.

Dengan harga Rp100 ribu yang bisa disantap 3-4 orang, Sate Bawor bukan lagi sekadar makanan. Ia adalah sebuah pengalaman, sebuah atraksi, dan sebuah deklarasi bahwa dari Purwokerto, sebuah ikon kuliner baru telah lahir.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved