Banyumas
Curhat Pedagang Terminal Bulupitu, H-3 Lebaran Cari 100 Ribu Susah
Pedagang di Terminal Bulupitu Banyumas mengeluhkan sepinya pemudik pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3). Omzet penjualan mereka merosot drastis.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Suasana Terminal Tipe A Bulupitu Kabupaten Banyumas masih terpantau sepi pada H-3 Lebaran, Rabu (18/3).
- Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang makanan dan minuman yang omzetnya menurun drastis dibandingkan tahun lalu.
- Pedagang menduga sepinya area dalam terminal disebabkan oleh banyaknya armada bus yang menurunkan penumpang di luar.
- Mereka berharap situasi akan kembali ramai dan membawa berkah saat masa arus balik nanti.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Kesunyian tergambar jelas dari raut wajah Nana (42), seorang penjaja makanan dan minuman ringan di kawasan Terminal Tipe A Bulupitu, Kabupaten Banyumas. Pada Rabu (18/3/2026), perempuan itu tampak hanya duduk termenung di depan lapak dagangannya.
Sesekali pandangannya tertuju pada layar telepon pintar yang tergeletak di atas meja untuk mengusir rasa bosan. Meski perayaan Lebaran sudah memasuki H-3, suasana terminal kebanggaan warga Banyumas tersebut masih terasa sangat lengang dan jauh dari hiruk-pikuk kedatangan pemudik.
Dalam kurun waktu sehari penuh, jumlah pembeli yang mampir ke kiosnya sangat minim, bahkan bisa dihitung dengan jari karena hanya berkisar dua hingga tiga orang saja.
Baca juga: Macet di Kawasan Banyumanik Hingga 4,7 Km, Diduga Imbas Satu Arah di Tol Semarang-Salatiga
"Masih sepi seperti hari-hari biasa, padahal beberapa hari lagi lebaran," katanya.
Keluhkan Omzet Merosot
Menurut penuturan Nana, atmosfer arus mudik di terminal pada tahun ini terasa jauh lebih sepi jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ia mengenang, pada musim mudik tahun lalu, saat Lebaran baru menginjak H-5, dirinya sudah bisa mengantongi pendapatan harian yang lumayan, yakni di kisaran Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Namun, kenyataan pahit harus ia telan tahun ini karena sekadar mengumpulkan uang Rp100 ribu dalam sehari saja terasa sangat berat.
"Tahun kemarin sebelum lebaran dapat Rp 200 ribu- Rp 300 ribu enteng. H-5 sudah ramai, sekarang enggak," ungkapnya.
Merosotnya jumlah pengunjung ini, menurut analisis Nana, dipicu oleh kebiasaan sejumlah armada bus yang lebih memilih menurunkan penumpangnya di jalanan luar area terminal.
Menyikapi hal tersebut, ia sangat berharap agar armada bus, terutama yang melayani program mudik gratis, diarahkan untuk menurunkan penumpang langsung di dalam area terminal agar pedagang kecil ikut kecipratan rezeki.
"Inginnya kalau bus gratis turun jangan di luar, turun di dalam. Jadi terminal ramai," harapnya.
Harapan Arus Balik
Keluhan serupa turut dilontarkan oleh Siti (67), sesama pedagang makanan dan minuman yang mengais rezeki di Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas.
Dalam kondisi saat ini, nenek tersebut mengaku sangat kesulitan meskipun hanya untuk mencari pemasukan sebesar Rp15 ribu dalam sehari. Kendati demikian, ia tetap menyimpan asa agar situasi terminal kembali dipadati penumpang saat masa arus balik tiba nanti.
"Mudah-mudahan habis lebaran ada peningkatan pendapatan. Biasanya arus balik ramai," ungkapnya.
| Agus Sriyono Soroti Alasan Warga Tak Urus Akta Kematian di Banyumas |
|
|---|
| Abdul Kholik Dorong Konsep Rumah Susun Bagi Warga Purwokerto |
|
|---|
| Kalapas Aliandra Gandeng 2 Institusi Razia Sel Napi di Purwokerto |
|
|---|
| Lilik Sugiarti Naikkan Tarif 1000 Rupiah Usaha Laundry di Purwokerto |
|
|---|
| Disperkim Banyumas Kaji 1 Rencana Pembangunan Rusun di Kawasan Unsoed |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260318-sepi-terminal-bulupitu.jpg)