Opini
Mendesain Pasar Berkeadilan sebagai Pusat Interaksi Ekonomi
Pada kenyataannya, pasar bukan ruang netral. Ia selalu mencerminkan siapa yang berkuasa dan untuk siapa pertumbuhan ekonomi bekerja.
Ringkasan Berita:
- Ketika pasar diserahkan sepenuhnya pada logika liberal, yang tumbuh bukan kesejahteraan kolektif, melainkan konsentrasi kekayaan.
- Mereka menawarkan pertumbuhan, akumulasi dan kesejahteraan semu/segmented, sebab yang stabil hanya ketimpangan akut.
- Karena itu, model pasar yang relevan bagi negara berdaulat adalah pasar keadilan distributif: pasar yang secara sadar diatur untuk menjamin keadilan, keberlanjutan, dan kepentingan warga negara secara luas.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Di manakah interaksi ekonomi terbesar dilakukan? Jawabannya satu: pasar.
Di pasar-lah, semua kepentingan bertemu.
Tetapi, di zaman modern, pasar tidak hadir dan tumbuh secara natural.
Sebaliknya, ia dihadirkan, dibentuk dan disepakati sebagai “daerah bebas nilai” untuk interaksi bisnis.
Tetapi, pada kenyataannya, pasar bukan ruang netral.
Ia selalu mencerminkan siapa yang berkuasa dan untuk siapa pertumbuhan ekonomi bekerja.
Ketika pasar diserahkan sepenuhnya pada logika liberal, yang tumbuh bukan kesejahteraan kolektif, melainkan konsentrasi kekayaan.
Mereka menawarkan pertumbuhan, akumulasi dan kesejahteraan semu/segmented, sebab yang stabil hanya ketimpangan akut.
Keadilan Terdistributif
Karena itu, model pasar yang relevan bagi negara berdaulat adalah pasar keadilan distributif: pasar yang secara sadar diatur untuk menjamin keadilan, keberlanjutan, dan kepentingan warga negara secara luas.
Negara kita hadir untuk mengoreksi berjalannya pasar liberal menjadi pasar berkeadilan.
Para pemikir dan pemimpin republik sejak awal sadar hal ini dan kemudian menjalankan sistem ekonomi berkeadilan, bersentosa dan bersejahtera bersama.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026, untuk Apa dan Siapa?
Tentu saja, pasar berkeadilan distributif bertolak dari prinsip konstitusional bahwa cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dan bersifat strategis harus dikuasai negara.
Energi, pangan pokok, air, transportasi publik, dan sumber daya alam utama, tidak boleh tunduk pada spekulasi dan motif rente.
Di sektor-sektor ini, kehadiran BUMN bukan sekadar pemain bisnis, melainkan instrumen negara untuk menjaga stabilitas harga, akses yang adil, dan ketahanan nasional.
| Sungai Kali Pangkon Meluap, Tlaga Sunyi Banyumas Alirkan Sungai Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Disapu Banjir Bandang, 3 Rumah di Desa Adisana Brebes Lenyap Terbawa Air |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Banjir Bandang Bikin Guci Luluh Lantak, Tiga Jembatan dan Pancuran 13 Hancur |
|
|---|
| Andakah Orangnya? Dibuka Pendaftaran Pimpinan Baznas Kebumen Periode 2026-2031 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penulis-yudhie-rizal-opini.jpg)