Opini
Mendesain Pasar Berkeadilan sebagai Pusat Interaksi Ekonomi
Pada kenyataannya, pasar bukan ruang netral. Ia selalu mencerminkan siapa yang berkuasa dan untuk siapa pertumbuhan ekonomi bekerja.
Keuntungan jangka pendek tidak boleh mengorbankan daya dukung alam dan generasi mendatang.
Model pasar keadilan distributif menolak dua ekstrem sekaligus: pasar bebas yang menyerahkan segalanya pada modal, dan etatisme yang mematikan inovasi.
Ia menempatkan negara sebagai penguasa sektor strategis, swasta sebagai motor inovasi di sektor non-strategis, dan hukum sebagai penjaga keadilan.
Inilah pasar yang sadar berpihak, bukan netral palsu.
Pada akhirnya, pertanyaan kuncinya sederhana: untuk siapa pasar dibangun. Jika jawabannya adalah warga negara, maka pasar harus diatur, diawasi, dan diarahkan.
Bukan untuk mengekang, tetapi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, melainkan keadilan yang dirasakan.
Singkatnya, pasar berkeadilan adalah konsep ekonomi pancasila yang menekankan pada keadilan dan kesetaraan dalam transaksi ekonomi.
Punya Kesempatan Sama
Ini berarti semua pelaku ekonomi, baik besar maupun kecil, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan bersaing tetapi bertujuan “keadilan semesta.”
Dalam pasar berkeadilan, hak-hak produsen dan konsumen dilindungi.
Baca juga: Sungai Kali Pangkon Meluap, Tlaga Sunyi Banyumas Alirkan Sungai Keruh Bercampur Lumpur
Semua pihak diperlakukan dengan adil. Ini berarti bahwa negara dan pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasinya untuk memastikan bahwa keadilan dan kesetaraan selalu terjaga.
Beberapa ciri pasar berkeadilan adalah, kesempatan yang sama; selalu bertumpu pada keadilan; dilakukan dengan transparansi tinggi; dipenuhi dengan informasi asli; dan dalam pengawasan pemerintah secara terus-menerus.
Ini penting sebab pasar berkeadilan bekerja membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memeratakan kesentosaan sambil menghabisi kesenjangan ekonomi, menihilkan kemiskinan dan mengakhiri pengangguran.(*)
PENULIS: Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre) dan Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)
| Sungai Kali Pangkon Meluap, Tlaga Sunyi Banyumas Alirkan Sungai Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Disapu Banjir Bandang, 3 Rumah di Desa Adisana Brebes Lenyap Terbawa Air |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Banjir Bandang Bikin Guci Luluh Lantak, Tiga Jembatan dan Pancuran 13 Hancur |
|
|---|
| Andakah Orangnya? Dibuka Pendaftaran Pimpinan Baznas Kebumen Periode 2026-2031 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/penulis-yudhie-rizal-opini.jpg)