Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banyumas

61 Perusahaan Ikuti Banyumas Job Fair 2026, Sediakan 2.948 Lowongan Kerja

Banyumas Job Fair 2026 resmi dibuka di kawasan Menara Teratai. Ada 61 perusahaan peserta dengan 2.948 lowongan pekerjaan.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
JOB FAIR BANYUMAS - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono membuka Banyumas Job Fair 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar, Purwokerto, Rabu (3/6/2026). Bursa kerja ini diikuti 61 perusahaan yang membuka 2.948 lowongan pekerjaan dalam 226 formasi jabatan. 

Wahyu mengungkapkan, pelaksanaan bursa kerja dalam tiga tahun terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik. 

Pada 2023, tercatat 1.031 tenaga kerja berhasil ditempatkan, kemudian 946 orang pada 2024, dan meningkat menjadi 1.579 orang pada 2025.

Menurutnya, job fair menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mengurangi pengangguran dan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja.

"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta mendukung pengendalian inflasi melalui perluasan kesempatan kerja," ujarnya.

Terbuka Peluang Kerja di Luar Negeri

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan, bursa kerja tidak hanya menjadi tempat bertemunya pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga sarana membangun sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja.

"Bursa kerja bukan sekadar ajang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi menjadi ruang kolaborasi membangun sumber daya manusia Banyumas yang unggul, siap kerja, dan mampu bersaing," kata Sadewo saat membuka kegiatan tersebut.

Baca juga: Penipuan Oknum Pegawai Mandiri Taspen, 42 Pensiunan Banyumas Rugi Rp8,7 Miliar

Ia menilai, peluang kerja saat ini tidak hanya tersedia di dalam negeri. 

Menurut dia, masyarakat Banyumas juga memiliki kesempatan bekerja di luar negeri apabila memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa asing yang memadai.

"Sebetulnya, peluang kerja itu tidak hanya di Indonesia."

"Asalkan punya kemampuan bahasa dan skill yang dibutuhkan, banyak peluang kerja yang bisa dimanfaatkan," katanya.

Sadewo meminta pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah daerah disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar keterampilan yang diperoleh peserta benar-benar dapat dimanfaatkan.

"Kalau kita mau mengadakan pelatihan, cek dulu pasarnya."

"Kalau pasarnya sudah tahu, baru kita adakan pelatihan."

"Jangan sampai, sudah dapat ilmu tetapi tidak bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Selain itu, ia mendorong agar setiap program pelatihan dilengkapi sertifikasi kompetensi. 

Ia berharap, pada pelaksanaan job fair berikutnya, turut melibatkan lebih banyak perusahaan atau lembaga yang dapat memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved