Minggu, 31 Mei 2026

Berita Banyumas

Perkuat Status Kota Pendidikan, Sekolah Intercultural Pertama Resmi Hadir di Purwokerto

SMA Soteria Mahardika resmi dibuka sebagai sekolah intercultural pertama di Purwokerto. Usung kurikulum global dan digandeng kampus AS.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
SEKOLAH INTERCULTURAL - Peresmian sekaligus meninjau ruang kelas SMA Soteria Mahardika yang hadir sebagai sekolah intercultural pertama di Purwokerto, Sabtu (30/5/2026). Sekolah ini mengusung ekosistem pendidikan global berbasis karakter, kompetensi masa depan, dan pembelajaran lintas budaya. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan pariwisata melalui hadirnya berbagai institusi pendidikan baru dengan segmentasi dan karakteristik yang beragam.
  • Terbaru, SMA Soteria Mahardika hadir sebagai sekolah intercultural pertama di Purwokerto yang mengusung ekosistem pendidikan global berbasis karakter, kompetensi masa depan, dan pembelajaran lintas budaya.
  • Setiap sekolah yang hadir di Banyumas memiliki segmen dan target yang berbeda-beda.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperluas variasi dan memperkuat posisinya sebagai barometer kota pendidikan dan pariwisata di Jawa Tengah.

Langkah ini ditandai dengan dibukanya SMA Soteria Mahardika di kawasan Baturraden pada Sabtu (30/5/2026), yang menjadi sekolah intercultural (lintas budaya) pertama di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Junaidi, menegaskan bahwa kehadiran institusi dengan segmentasi baru ini sejalan dengan arah pengembangan daerah. Infrastruktur dan mutu pendidikan dipastikan menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini.

"Memang di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Sadewo Tri Lastiono, Banyumas dinobatkan sebagai kota pariwisata dan pendidikan. Sehingga tidak salah kalau kemudian berdiri sekolah-sekolah baru di Banyumas," ujar Junaidi saat menghadiri acara Grand Opening SMA Soteria Mahardika.

Sediakan Ragam Kluster Sekolah untuk Berbagai Lapisan Masyarakat

Menurut Junaidi, setiap lembaga pendidikan yang beroperasi di Banyumas sengaja dirancang memiliki pangsa pasar dan target yang spesifik untuk melayani dinamika kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah sendiri aktif mendorong penyediaan sekolah yang inklusif di berbagai segmen.

Baca juga: Cegah Post Power Syndrome, Pemkab Wonosobo Bekali 110 ASN Jelang Pensiun dengan Ilmu Wirausaha

Ia mencontohkan keberadaan Sekolah Rakyat di Karangcegak, Kecamatan Sumbang, yang didirikan gratis khusus dengan konsep boarding school bagi keluarga prasejahtera. Di samping itu, pemda tengah menyiapkan proyek sekolah terintegrasi non-boarding dari jenjang SD hingga SMA di wilayah Kaliori.

"Sekolah-sekolah ini memiliki pangsa masing-masing. SMA Soteria Mahardika juga hadir dengan segmen yang berbeda dan menawarkan konsep pendidikan yang unik," tambah Junaidi.

Pihaknya mengapresiasi terobosan SMA Soteria Mahardika yang tidak hanya berorientasi pada nilai rapor akademik, namun juga menekankan empati, moral, keterampilan kolaborasi, serta pemanfaatan ruang diskusi modern bagi para tenaga pendidik.

Terlebih, lokasi sekolah berada di daerah pegunungan yang asri dan dinilai sangat kondusif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Adopsi Kurikulum Global dan Didampingi Institusi Amerika Serikat

Sekolah intercultural perdana di Purwokerto ini menandai peresmiannya lewat gelaran bertajuk "Euphoria Soteria". Dalam operasionalnya, sekolah ini membangun ekosistem pendidikan global lewat perpaduan Kurikulum Merdeka, kurikulum internasional, serta kompetensi global (global competencies).

Sejumlah program unggulan yang ditawarkan kepada calon siswa meliputi kelas multi-bahasa, penerapan metode STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) berbasis lintas budaya, hingga Pathways Program yang disokong oleh Career Development Center untuk membimbing perencanaan karier siswa.

Komitmen mutu global tersebut diperkuat melalui kemitraan strategis. Pengembangan mutu akademik di SMA Soteria Mahardika mendapatkan pendampingan langsung dari konsultan pendidikan internasional Nusa Widyantara Indonesia (NWI) yang bekerja sama dengan Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat.

Kepala SMA Soteria Mahardika, Tabita Christiana, M.S.Ed, menyatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya didesain sebagai ruang belajar baru di Purwokerto yang mengolaborasikan budaya lokal dengan wawasan internasional.

Baca juga: Lima Mahasiswanya Ditahan Polresta Banyumas, Unsoed Tegaskan Tak Tolerir Kekerasan Seksual dan Fisik

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved