Berita Banyumas
Banyumas Ngibing 2026 Siap Guncang Kota Lama, 24 Jam Menari Nonstop Libatkan Seniman Mancanegara
Event yang menggabungkan seni tari, kolaborasi lintas negara hingga aksi kreatif selama 24 jam ini digadang menjadi ikon baru pariwisata
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Banyumas kembali bersiap menghadirkan pagelaran budaya Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 di Kota Lama Banyumas
- Event kolaboratif lintas negara ini tak sekadar pertunjukan seni, tetapi dirancang menjadi ikon baru pariwisata yang menghidupkan denyut ekonomi dan ruang publik berbasis budaya.
- Antusiasme peserta pun meningkat tajam, bahkan banyak seniman yang mendaftar melalui media sosial dan pesan pribadi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ambisi menjadikan Kota Lama Banyumas sebagai pusat budaya kian ditegaskan melalui gelaran Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026.
Event kolaboratif lintas negara ini tak sekadar pertunjukan seni, tetapi dirancang menjadi ikon baru pariwisata yang menghidupkan denyut ekonomi dan ruang publik berbasis budaya.
Banyumas kembali bersiap menghadirkan pagelaran budaya Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026.
Event yang menggabungkan seni tari, kolaborasi lintas negara hingga aksi kreatif selama 24 jam ini digadang menjadi ikon baru pariwisata di kawasan Kota Lama Banyumas.
Hal tersebut mengemuka dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Si Panji pada Selasa (21/4/2026) yang dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Camat Banyumas Jakarta T, dan penggagas acara, Riyanto.
Baca juga: Ultah Ke-60 Berjiwa 17 Tahun, Sadewo Incar Gaji Jaksa demi UMKM Banyumas
Riyanto mengungkapkan, Banyumas Ngibing tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses di edisi sebelumnya.
Antusiasme peserta pun meningkat tajam, bahkan banyak seniman yang mendaftar melalui media sosial dan pesan pribadi.
"Mengusung tema 'Keberagaman Jiwa-jiwa yang Menyatu Dengan Bumi' atau soul of universe, acara ini akan menghadirkan tiga penari utama yang siap tampil selama 24 jam penuh tanpa henti," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Mereka berasal dari Jakarta, Madura, dan Amerika.
Tak hanya itu, nuansa internasional semakin terasa dengan kehadiran penari dari Kazakhstan dan Belanda.
Menariknya, tahun ini juga akan ada mural 24 jam yang digarap oleh para pelukis Banyumas, menambah warna baru dalam event budaya tersebut.
Rangkaian acara dimulai 1 Mei 2026 dengan Tapa Bisu dan pertunjukan Lengger Pasar.
Sementara puncak aksi menari nonstop akan berlangsung pada 2 Mei pukul 06.00 WIB hingga 3 Mei pukul 06.00 WIB.
Untuk menjaga stamina penari, tim paramedis disiagakan dengan pemeriksaan rutin setiap dua jam.
Baca juga: Sisa 69 Ribu Unit RTLH, Bupati Banyumas Gandeng Buddha Tzu Chi Bedah Rumah Warga
Bupati Sadewo menilai Banyumas Ngibing memiliki potensi besar mengangkat citra daerah sebagai pusat budaya.
| Kantongi 14 Dukungan Daerah, Anthony Leong Resmi Maju Jadi Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI |
|
|---|
| Ultah Ke-60 Berjiwa 17 Tahun, Sadewo Incar Gaji Jaksa demi UMKM Banyumas |
|
|---|
| Sisa 69 Ribu Unit RTLH, Bupati Banyumas Gandeng Buddha Tzu Chi Bedah Rumah Warga |
|
|---|
| Mahasiswa Purwokerto Disekap dan Disiksa, Prof Hibnu Dorong Restorative Justice |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260421-ngibing.jpg)