Jumat, 24 April 2026

Berita Banyumas

Harga Elpiji 12 Kg di Pengecer Banyumas Tembus Rp240 Per Tabung Imbas Kenaikan Harga

Harga elpiji 12 kg di tingkat pengecer di Purwokerto mencapai Rp240 ribu per tabung setelah Pertamina Patraniaga menaikkan harga per 18 April 2026.

|
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
HARGA NAIK - Sugiono, pedagang elpiji nonsubsidi atau Bright Gas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (20/4/2026). Sugiono memilih tak menambah stok setelah harga elpiji nonsubsidi, baik 5,5 kg maupun 12 kg naik per 18 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Harga elpiji tabung 12 kg di Purwokerto mencapai Rp240 ribu per tabung di tingkat pengecer.
  • Mahalnya harga elpiji ini terjadi setelah Pertamina Patraniaga menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 5,5 kg dan 12 kg per 18 April 2026.
  • Kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini membuat pengecer memilih tak menambah stok sementara pelaku UMKM kuliner berencana menaikkan harga.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg di tingkat pengecer di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mencapai Rp240 ribu per tabung.

Sejumlah pedagang eceran pun memilih tak menambah stok setelah Pertamina Patraniaga menaikkan harga elpiji nonsubsudi ukuran 5,5 kg dan 12 kg mulai 18 April 2026.

Sugiono, pedagang elpiji eceran mengatakan, sebelumnya dia menjual elpiji 12 kg seharga Rp225 ribu per tabung.

Harga tersebut sudah termasuk ongkos kirim.

Tiga hari setelah kenaikan harga elpiji nonsubsidi, Sugiono memilih tak menambah stok.

"Infonya naik per 18 April kemarin, dan akhirnya saya stop dulu gak ngisi dulu, karena takutnya pada gak beli dan pembeli kaget," kata Sugiono ditemui di kiosnya, Senin (20/4/2026). 

Baca juga: Harga Elpiji 5,5 Kg dan 12 Kg Ikut Naik, Tabung Gas Warna Pink Rp107 Ribu

Sugiono mengatakan, penjualan bright gas atau elpiji nonsubsidi sebenarnya stabil.

"Seminggu bisa 10 tabung terjual, dan dalam sebulan kira-kira ya 40-an tabung (terjual), bisa kurang bisa lebih," jelasnya. 

Pedagang Kuliner Sambat

Kenaikan haga elpiji nonsubsidi juga dikeluhkan pelaku usaha kuliner.

Pedagang bakso di Jalan Pekih Purwokerto, Nuraini mengatakan, kenaikan harga elpiji menjadi beban tambahan dalam operasional sehari-hari.

"Mau tidak mau harus mengikuti harga pasar karena kita butuh gas untuk memasak," ujarnya.

Nuraini mengungkapkan, kenaikan harga dari sejumlah pemasok bervariasi.

"Ada beberapa suplier, kenaikan ada yang Rp33 ribu dan ada yang Rp33.500," tambahnya. 

Dalam operasional sehari-hari, menurutnya, kebutuhan gas di warung bakso tersebut cukup besar.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved