Berita Banyumas
Kawasan Kumuh Dekat Kampus Unsoed Purwokerto Bakal Ditata, Pemkab Banyumas Usulkan Rp8,5 M ke Pusat
Dua kelurahan di dekat Kampus Unsoed Purwokerto masuk kawasan kumuh dan diusulkan penataannya dengan anggaran Rp8,5 miliar.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Pemkab Banyumas mengajukan anggaran Rp8,5 miliar ke pemerintah pusat untuk penataan kawasan kumuh tahun 2026.
- Dua kelurahan di dekat kampus Unsoed Purwokerto menjadi sasaran penataan kawasan kumuh itu.
- Pemkab Banyumas juga mengajukan perbaikan 8.400 RTLH dengan anggaran Rp168 miliar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Banyumas mengajukan anggaran Rp8,5 miliar ke pemerintah pusat untuk penanganan kawasan kumuh.
Disperkim Banyumas akan menata kawasan kumuh di dua kelurahan dekat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Usulan anggaran ini diajukan lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kepala Disperkim Banyumas Sakty Suprabowo mengatakan, usulan ini disampaikan langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara), Kamis (2/4/2026).
"Yang sedang kami usulkan ke kementerian adalah penataan kawasan kumuh di sekitar kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Banyumas Bakal Punya Rumah Susun Subsidi, Pembangunan Disiapkan Mulai Tahun Ini
Sakty menjelaskan, kawasan kumuh yang akan ditata seluas 15 hektare, berada di wilayah Kelurahan Grendeng dan Kelurahan Karangwangkal.
Selain pengajuan langsung ke Menteri Ara, pihaknya juga telah mengusulkan desain lewat aplikasi Sibaru.
Menurut Sakty, ada tujuh indikator yang akan dilaksanakan dalan penataan wilayah kumuh, yaitu jalan, drainase, proteksi kebakaran, keteraturan bangunan, dan kepadatan bangunan.
"Realisasi kami targetkan tahun ini."
"Kalau usulan kami gol, bahkan di bulan Mei ini kalau sudah diputuskan, bisa langsung dilaksanakan," jelasnya.
Usulkan Perbaikan RTLH
Sakty menjelaskan, selain penataan kawasan kumuh, Pemkab Banyumas juga mengusulkan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Tahun ini, pihaknya mengusulkan perbaikan 8.400 RTLH.
Baca juga: Remaja di Banyumas Diduga Dibakar Teman Usai Pesta Miras Perayaan Ulang Tahun, Luka Bakar 40 Persen
Satu RTLH dianggarkan sekira Rp20 juta, sehingga jika disetujui semuanya, anggaran total mencapai Rp168 miliar.
Usulan RTLH tersebut juga telah disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat bertemu Menteri Ara.
"Namun demikian, kami belum tahu nanti turunnya berapa, mudah-mudahan sebanyak-banyaknya."
"Karena di Banyumas, masih banyak RTLH yang perlu dibantu," katanya. (*)
| Daftar 10 KA di Daop 5 Purwokerto yang Dibatalkan Hari Ini |
|
|---|
| Inilah Sistem Pengolahan Sampah di Banyumas yang Bikin Prabowo Takjub |
|
|---|
| Permintaan Khusus Sadewo kepada Presiden Prabowo saat Ditawari Bantuan |
|
|---|
| Terinspirasi Tuk-tuk Thailand, Siswa Puhua Purwokerto Modifikasi Becak Konvensional Jadi E-Cak |
|
|---|
| Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, Perjalanan 11 Kereta di Daop 5 Purwokerto Dibatalkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260408-Kepala-Disperkim-Banyumas-Sakty-Suprabowo.jpg)