Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banyumas

Kawasan Kumuh Dekat Kampus Unsoed Purwokerto Bakal Ditata, Pemkab Banyumas Usulkan Rp8,5 M ke Pusat

Dua kelurahan di dekat Kampus Unsoed Purwokerto masuk kawasan kumuh dan diusulkan penataannya dengan anggaran Rp8,5 miliar.

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
BERI KETERANGAN - Kepala Disperkim Banyumas Sakty Suprabowo memberikan keterangan seusai kegiatan halal bihalal keluarga besar DPD Apersi Jateng DIY di Hotel Aston Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2026). Sakty mengatakan, Pemkab Banyumas mengusulkan anggaran Rp8,5 juta kepada pemerintah pusat untuk penanganan kawasan kumuh dan penanganan RTLH 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Banyumas mengajukan anggaran Rp8,5 miliar ke pemerintah pusat untuk penataan kawasan kumuh tahun 2026.
  • Dua kelurahan di dekat kampus Unsoed Purwokerto menjadi sasaran penataan kawasan kumuh itu.
  • Pemkab Banyumas juga mengajukan perbaikan 8.400 RTLH dengan anggaran Rp168 miliar.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Banyumas mengajukan anggaran Rp8,5 miliar ke pemerintah pusat untuk penanganan kawasan kumuh.

Disperkim Banyumas akan menata kawasan kumuh di dua kelurahan dekat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Usulan anggaran ini diajukan lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kepala Disperkim Banyumas Sakty Suprabowo mengatakan, usulan ini disampaikan langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara), Kamis (2/4/2026).

"Yang sedang kami usulkan ke kementerian adalah penataan kawasan kumuh di sekitar kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Banyumas Bakal Punya Rumah Susun Subsidi, Pembangunan Disiapkan Mulai Tahun Ini

Sakty menjelaskan, kawasan kumuh yang akan ditata seluas 15 hektare, berada di wilayah Kelurahan Grendeng dan Kelurahan Karangwangkal.

Selain pengajuan langsung ke Menteri Ara, pihaknya juga telah mengusulkan desain lewat aplikasi Sibaru.

Menurut Sakty, ada tujuh indikator yang akan dilaksanakan dalan penataan wilayah kumuh, yaitu jalan, drainase, proteksi kebakaran, keteraturan bangunan, dan kepadatan bangunan.

"Realisasi kami targetkan tahun ini."

"Kalau usulan kami gol, bahkan di bulan Mei ini kalau sudah diputuskan, bisa langsung dilaksanakan," jelasnya. 

Usulkan Perbaikan RTLH

Sakty menjelaskan, selain penataan kawasan kumuh, Pemkab Banyumas juga mengusulkan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

Tahun ini, pihaknya mengusulkan perbaikan 8.400 RTLH.

Baca juga: Remaja di Banyumas Diduga Dibakar Teman Usai Pesta Miras Perayaan Ulang Tahun, Luka Bakar 40 Persen

Satu RTLH dianggarkan sekira Rp20 juta, sehingga jika disetujui semuanya, anggaran total mencapai Rp168 miliar. 

Usulan RTLH tersebut juga telah disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat bertemu Menteri Ara.

"Namun demikian, kami belum tahu nanti turunnya berapa, mudah-mudahan sebanyak-banyaknya."

"Karena di Banyumas, masih banyak RTLH yang perlu dibantu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved