Senin, 20 April 2026

Berita Banyumas

Hampir Seluruh Kelas SDN 1 Sambirata Banyumas Rusak Diterjang Puting Beliung, Siswa Belajar Daring

Hampir seluruh kelas di SDN 1 Sambirata Cilongok Banyumas rusak diterjang puting beliung, Minggu. Mulai hari ini, sekolah digelar secara daring.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Dindik Banyumas
KERJA BAKTI - Warga dan karyawan SDN 1 Sambirata Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, bergotong-royong membersihkan pecahan genting yang tersapu puting beliung, Minggu (22/2/2026). Hampir semua kelas di sekolah tersebut rusak sehingga kegiatan belajar mengajar diputuskan berjalan secara daring selama sepekan, mulai hari ini, Senin (23/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • SDN 1 Sambirata Cilongok Banyumas rusak diterjang angin puting beliung.
  • Hampir seluruh ruang kelas rusak di bagian atap.
  • Sekolah memutuskan, kegiatan belajar mengajar untuk sementara digelar secara daring selama sepekan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Siswa SD Negeri 1 Sambirata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpaksa belajar secara dalam jaringan (daring) setelah sekolah mereka rusak diterjang puting beliung.

Hampir seluruh ruang kelas dan bangunan yang ada rusak, baik atap maupun jendela.

Kepala Sekolah SDN 1 Sambirata Heri Wijiarto mengatakan, puting beliung menyapu wilayah tersebut pada Minggu (22/2/2026) siang, sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan hingga tiba-tiba datang angin kencang yang menyapu sekolah dan rumah warga di sekitar.

Heri mengatakan, kerusakan akibat angin puting beliung diterima ddari penjaga sekolah, Slamet (45).

Saat kejadian, Slamet tengah membersihkan sekolah karena libur awal Ramadan.

Namun, tiba-tiba datang angin ribut sehingga Slamet mencari perlindungan.

Baca juga: 114 Rumah di Tiga Kecamatan di Banyumas Rusak akibat Cuaca Ekstrem, Terbanyak di Cilongok

Setelah angin reda, Slamet melihat bangunan sekolah porak poranda dan segera melaporkan kepada kepala sekolah dan mencari bantuan warga sekitar.

Mendapati laporan itu, Heri mengatakan, dia bersama guru dan karyawan sekolah datang ke sekolah sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengamankan barang-barang berharga serta mendokumentasikan kerusakan fasilitas sekolah.

"Kerusakan akibat angin puting beliung tersebut terjadi di sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah," katanya, Senin (23/2/2026). 

Pada ruang kelas 1A, 1B, dan 1C, genteng dilaporkan pecah dan mengalami kebocoran. 

Kerusakan serupa juga terjadi di ruang kelas 2A dan 2B, bahkan sebagian plafon mengalami kerusakan.

Di ruang kelas 3A dan 3B, selain genteng pecah dan bocor, kaca jendela juga dilaporkan pecah akibat terpaan angin kencang.

Sementara itu, kerusakan lebih parah terjadi di ruang kelas 4 dan 5. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved