Kamis, 30 April 2026

Berita Banyumas

Pemilik EO Jalan Sehat Banyumas Buka Suara Soal Polemik Hadiah Mobil: Hanya Pinjamkan Bendera

Direktur Boss Event Organizer Najmudin buka suara soal kasus hadiah mobil yang belum diberikan kepada pemenang.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Dok Muskinul Fuad
JALAN SEHAT BERMASALAH - Yulia Nurul bersama suaminya Muskinul Fuad, warga Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, foto dengan unit mobil Honda Brio dalam undian Jalan Sehat Semangat Merah Putih di Menara Terata, Minggu (24/8/2025). Hingga kini, hadiah mobil tersebut belum diterima karena pihak panitia belum melunasi pembayaran ke dealer. 

Ringkasan Berita:
  • Pemilik Boss Event Organizer Najmudin, penyelenggara jalan sehat HUT RI Banyumas, buka suara soal hadiah mobil yang belum diterima pemenang.
  • Najmudin mengaku, perusahaannya dipinjam pihak lain untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
  • Dia mengaku tidak mendapat fee namun kini harus menanggung beban membayar hadiah mobil yang belum diterima pemenang.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Direktur Boss Event Organizer Najmudin mengaku harus menanggung beban ratusan juta rupiah dalam polemik hadiah mobil Honda Brio yang belum diserahkan ke pemenang kegiatan Jalan Sehat HUT RI di Kabupaten Banyumas pada Agustus lalu.

Ia menyebut, persoalan tersebut membuat kondisi bisnisnya limbung.

Apalagi, Najmudin mengaku tidak memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.

"Kenapa kalau dapat untung dibagi-bagi, kalau rugi cuma saya yang nanggung?"

"Sudah tidak dapat fee, harus nanggung beban ratusan juta di saat tidak berdaya," keluh Najmudin kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (11/2/2026).

Meski demikian, Najmudin menegaskan, pihaknya tetap siap bertanggung jawab agar pemenang undian mobil Honda Brio tetap menerima haknya.

"Terlepas itu semua, sampai detik ini pun saya tetap berusaha menyelesaikan," ujar Najmudin.

Ia mengaku masih menjalin komunikasi dengan pemenang undian tersebut dan berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan.

"Saya masih komunikasi dengan pemenang, pemenang dapat memahami (posisi saya)."

"Saya berusaha menyelesaikan," tegasnya.

Sebagai pemilik perusahaan, Najmudin menyatakan tanggung jawab tetap berada di pundaknya, meskipun secara teknis ia tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.

"Saya bukan ambil alih tapi menyelamatkan nama perusahaan," imbuhnya.

Bendera Perusahaan Dipinjam

Najmudin mengaku, persoalan ini terjadi karena kesalahannya yang terlalu percaya dengan pihak pelaksana yang meminjam bendera perusahaannya untuk menggelar acara jalan sehat tersebut.

"Bodohnya saya terlalu percaya."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved