Lipsus Pertanian
Banyumas Terapkan Modernisasi Pertanian: Alsintan, UPJA, Menuju Swasembada Pangan
Sawah-sawah di Kabupaten Banyumas tak lagi sepenuhnya digarap dengan cara tradisional. Penggunaan alat pertanian modern mulai diterapkan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Angka ini melampaui kebutuhan konsumsi daerah yang diperkirakan sekitar 370 ribu ton per tahun, sehingga Banyumas berada dalam kondisi surplus produksi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, mengatakan peningkatan produksi tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan agenda swasembada pangan hingga ke tingkat petani.
"Amanat dari pusat menuju swasembada pangan kita jalankan secara konsisten sampai ke lapangan.
Sinergi inilah yang membuat produksi beras Banyumas terus meningkat," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (30/1/2026).
Selain peningkatan produksi, pemerintah daerah juga mendorong lahirnya petani muda dan pengusaha agribisnis baru agar keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga.
Kelompok tani, gapoktan, dan kelompok wanita tani menjadi penggerak utama produksi, dengan dukungan para penyuluh pertanian di lapangan.
Baca juga: Daftar 13 Gapoktan Banyumas Penerima Bantuan Alsintan, Sartim: Terima Kasih Pak Prabowo!
Strategi: Mekanisasi, Mandiri Benih, dan Petani Muda
Untuk mencapai swasembada pangan, Banyumas tidak hanya mengandalkan penambahan alat.
Pemerintah daerah juga menyiapkan strategi komprehensif yang mencakup mekanisasi pertanian, pengembangan benih unggul mandiri, dan penguatan regenerasi petani muda.
Beragam peralatan modern telah disalurkan, seperti traktor roda empat, traktor lahan basah, traktor roda dua, mesin transplanter, hand sprayer, hingga drone pertanian.
Arif mengatakan drone digunakan untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida, dinilai lebih efisien dan presisi dibanding metode manual.
Di sektor benih, Banyumas mulai mengembangkan benih unggul secara mandiri, termasuk varietas padi Impago yang cocok untuk musim tanam ketiga dengan ketersediaan air terbatas.
Langkah ini diharapkan mampu menambah luas tanam dan meningkatkan produktivitas.
"Mekanisasi adalah kunci perubahan dari pola tradisional ke pertanian modern.
Transplanter mempercepat tanam, combine harvester mengurangi kehilangan hasil panen, dan drone membantu pengendalian hama," ucap Arif.
| Carlos Fortes Tanggapi Isu Dirinya Kembali ke PSIS Semarang |
|
|---|
| Profil Luke Vickery dan Mitchell Baker, Calon Pemain Naturalisasi Andalan John Herdman |
|
|---|
| Nenek di Mangkang Semarang Hilang Usai Tanggul Dekat Rumahnya Jebol |
|
|---|
| Saat Rupiah Melemah, Harga Uang Kuno di Semarang Melonjak sampai Rp 800 Ribu per Keping |
|
|---|
| Ogah Kalah dari Borneo FC dan Persib, Persijap Penentu Jawara Super League |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-sudewo-naik-traktor.jpg)