Selasa, 28 April 2026

Lipsus Pertanian

Banyumas Terapkan Modernisasi Pertanian: Alsintan, UPJA, Menuju Swasembada Pangan

Sawah-sawah di Kabupaten Banyumas tak lagi sepenuhnya digarap dengan cara tradisional. Penggunaan alat pertanian modern mulai diterapkan

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rustam Aji
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
PAKAI ALAT MODERN - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat mengoperasikan alat memanen padi di lahan sawah Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, (18/3/2025). Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadikan sistem modernisasi pertanian sebagai pilar utama menuju swasembada pangan lokal.  

Ringkasan Berita:
  • Modernisasi perlahan masuk di kehidupan petani Banyumas dengan membawa harapan baru 
  • Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadikan sistem modernisasi pertanian sebagai pilar utama menuju swasembada pangan lokal. 
  • Bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadi strategi kunci mempercepat olah lahan, tanam, hingga panen.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sawah-sawah di Kabupaten Banyumas tak lagi sepenuhnya digarap dengan cara tradisional. 

Deru mesin traktor, rotavator, hingga drone pemupukan akan menjadi pemandangan baru di lahan pertanian. 

Modernisasi perlahan masuk di kehidupan petani Banyumas dengan membawa harapan baru pada sektor yang selama ini bergulat dengan keterbatasan tenaga muda. 

Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadikan sistem modernisasi pertanian sebagai pilar utama menuju swasembada pangan lokal. 

Bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadi strategi kunci mempercepat olah lahan, tanam, hingga panen.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menegaskan, sektor pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan daerah. 

Banyumas sendiri memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Jawa Tengah, dengan sekitar 4 persen dari total luas lahan pertanian provinsi berada di wilayah ini. 

Dengan dukungan Alsintan, target luas tanam hingga 20.000 hektare per musim dan tiga kali tanam per tahun diharapkan lebih mudah tercapai.

Baca juga: Dinas Pertanian Banyumas Hidupkan Lagi UPJA, Sewakan Alsintan Modern Sekaligus Asuransi Usaha Tani

Pada Juli 2025, pemerintah daerah menyalurkan berbagai Alsintan kepada 29 kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). 

Mulai dari traktor crawler, combine harvester, rice transplanter, traktor roda dua, hingga power thresher. 

Program tersebut kembali diperkuat pada awal 2026 dengan bantuan 34 unit Alsintan tambahan, termasuk drone pupuk, traktor crawler, traktor roda empat, dan traktor roda dua.

DRONE PERTANIAN
CEK DRONE - Seorang petani milenial saat memeriksa drone pertanian khususnya pestisida dengan mampu mengangkut kapasitas 22 kilogram, Jumat (30/1/2026). Drone dapat digunakan pula untuk pemupukan lahan sawah agar dapat lebih cepat dan efisien. (tribunbanyumas.com/permata putera sejati)

Modernisasi ini bukan sekadar pembaruan alat, tetapi bagian dari strategi besar menuju swasembada pangan sekaligus mendukung program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan melibatkan petani lokal dalam rantai pasok pangan.

Banyumas Menuju Swasembada Beras

Tren produksi padi Banyumas dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. 

Pada 2024, produksi padi tercatat sekitar 375 ribu ton, dan meningkat menjadi sekitar 380 ribu ton pada akhir 2025. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved