Kamis, 16 April 2026

Berita Banyumas

KPK Ungkap Mengapa Dunia Koruptor Lekat dengan Ani-ani dan Perselingkuhan

aliran uang hasil korupsi kerap berujung pada hubungan terlarang sebagai bagian dari tindak pidana pencucian uang

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo saat memberikan pemaparan dengan tema kolaborasi integritas mewujudkan keadilan di PN Purwokerto, Kamis (16/4/2026). Ibnu Basuki Widodo mengungkap, aliran uang hasil korupsi kerap berujung pada hubungan terlarang sebagai bagian dari tindak pidana pencucian uang (TPPU). 


"Perselingkuhan itu muncul karena korupsi, itu salah satunya. 


Bisa korupsi dahulu kemudian terjadi perselingkungan, bisa selingkuh menjadi korupsi," ungkap Ibnu.


Dalam paparannya, ia juga menyoroti dampak luas dari praktik korupsi terhadap negara. 


Salah satunya adalah kerugian negara yang berdampak langsung pada pembangunan.


Anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.


Selain itu, korupsi turut memperparah kesenjangan sosial karena distribusi sumber daya menjadi tidak adil, sehingga jurang antara kelompok kaya dan miskin semakin lebar.


Dari sisi ekonomi, korupsi juga dinilai menghambat investasi. 


Ketidakpastian hukum dan praktik birokrasi yang tidak transparan membuat investor enggan menanamkan modal.


Tak hanya itu, korupsi juga berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara.


Ketika praktik korupsi terus terjadi, masyarakat cenderung kehilangan kepercayaan terhadap sistem yang ada, yang pada akhirnya dapat melemahkan stabilitas sosial dan menghambat pembangunan berkelanjutan. (jti) 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved