Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Banjarnegara

Duduk Perkara Kades Hoho Dikeroyok Massa, Kini Minta Perlindungan Mabes Polri

Hoho menegaskan tidak akan membatalkan hasil seleksi perangkat desa hanya karena tekanan dari pihak tertentu

Tayang:
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Kades Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Hoho Alkaf, saat ditemui di kantor Kepala Desa Purwasaba, Kamis (10/9/2020). 

Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," katanya.

Hoho menilai video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan secara utuh peristiwa yang terjadi.

Dalam video itu ia sudah berada dalam pengamanan aparat di belakang mobil sehingga momen pengeroyokan tidak terlihat.

"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.

Pemicu

Hoho mengatakan aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses penjaringan perangkat desa.

Massa menuntut agar tahapan seleksi yang telah sampai pada tahap pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali.

Namun permintaan tersebut ditolak pemerintah desa karena proses penjaringan perangkat desa disebut telah dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Hoho menegaskan tidak akan membatalkan hasil seleksi perangkat desa hanya karena tekanan dari pihak tertentu.

Ia pun meminta perlindungan hukum atas insiden yang dialaminya dalam peristiwa tersebut kepada Camat, Bupati hingga Propam Mabes Polri. (jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved