Sabtu, 2 Mei 2026

Banyumas

Hilal Tak Terlihat di Menara Teratai Purwokerto, Tertutup Awan Mendung

Tim Kemenag Banyumas gagal amati hilal Ramadan 1447 H di Menara Teratai Purwokerto karena cuaca mendung pekat, Selasa (17/2/2026).

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Terhalang Mendung, Tim BHRD Banyumas dan ormas keagamaan melakukan pemantauan hilal menggunakan teropong di Menara Teratai Purwokerto, Selasa (17/2/2026). Hilal tidak berhasil terlihat karena tertutup awan tebal di cakrawala. 

Ringkasan Berita:
  • Pemantauan hilal di Menara Teratai Purwokerto pada Selasa (17/2/2026) gagal karena tertutup awan tebal.
  • Tim Kemenag Banyumas menggunakan tiga unit teropong dalam proses rukyatul hilal yang dihadiri ormas keagamaan.
  • Berdasarkan data hisab, tinggi hakiki hilal saat matahari terbenam berada di posisi -1° 8' 57,47".
  • Laporan hasil nihil pemantauan ini segera diteruskan ke Kementerian Agama Pusat sebagai bahan Sidang Isbat nasional.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Langit mendung pekat yang menyelimuti ufuk barat Purwokerto, Selasa (17/2/2026) sore, menggagalkan upaya pemantauan hilal untuk penetapan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Tim gabungan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas bersama Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Banyumas sebenarnya telah bersiaga sejak sore hari di Menara Teratai Purwokerto.

Namun, awan tebal yang menggantung di atas cakrawala membuat pandangan menjadi sangat terbatas, sehingga hilal tidak berhasil teramati hingga matahari terbenam.

Baca juga: Prediksi 1 Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari, Hilal Belum Terlihat

Kendala Cuaca Buruk

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin, mengatakan kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses rukyatul hilal kali ini.

"Kondisi cuaca sore ini sangat mendung dan gelap. Hasil pemantauan nihil," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Pemantauan tersebut juga dihadiri perwakilan berbagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan.

Sebanyak tiga unit teropong digunakan untuk membantu pengamatan, namun citra hilal tetap tidak tertangkap karena tertutup awan.

Detail Data Hisab

Secara teoritis, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), posisi hilal sebenarnya telah berada di atas cakrawala.

Data hisab menunjukkan lintang tempat berada di -7° 25' 53" LS dan bujur tempat 109° 13' 57" BT dengan ketinggian 161 meter di atas permukaan laut.

Sementara itu, waktu matahari terbenam tercatat pukul 18.08.20 WIB.

Tinggi hakiki hilal pada saat matahari terbenam berada di posisi -1° 8' 57,47".

Waktu hilal terbenam tercatat pukul 18.03.52 WIB, atau lebih cepat dari waktu terbenamnya matahari.

Arah matahari berada di 12° 9' 47,28" dari titik barat ke selatan, sedangkan arah hilal di 13° 13' 41,31" dari titik barat ke selatan.

Posisi hilal berada 1° 3' 54,03" di sebelah selatan matahari, dengan sudut elongasi bulan sebesar 1° 4' 0,85".

Lapor Sidang Isbat

Meski secara visual hilal tidak teramati, tim tetap melaksanakan sidang untuk memformalkan hasil pemantauan tersebut.

Laporan ini akan segera dikirimkan ke tingkat pusat.

"Apapun hasilnya, baik terlihat maupun tidak karena faktor cuaca, laporan ini segera kami teruskan ke Kementerian Agama Pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional," katanya.

Hasil akhir penentuan awal bulan Ramadhan 1447 Hijriah akan diumumkan pemerintah melalui Sidang Isbat yang digelar pada malam hari. (jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved