Cilacap
Begini Usulan Siasat Urai Macet Kroya Saat Proyek Flyover Ditunda
Flyover Kroya tertunda akibat anggaran. Warga desak rekayasa lalu lintas dan penambahan petugas sebagai solusi jangka pendek urai kemacetan parah.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Perempatan Kroya menjadi titik bottleneck parah akibat pertemuan arus lintas kabupaten dan frekuensi tinggi lintasan kereta api.
- Warga mendesak penerapan solusi taktis seperti rekayasa lalu lintas dan penambahan petugas karena fisik flyover belum bisa dibangun.
- Dinas Perhubungan Cilacap mengakui kendala anggaran pusat membuat proyek Kroya harus antre setelah Flyover Randegan pada 2028.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Penundaan pembangunan flyover di Kecamatan Kroya, Cilacap, memaksa masyarakat dan pemerintah daerah memutar otak.
Kondisi bottleneck atau penyempitan jalur di perempatan Kroya kini membutuhkan penanganan taktis agar aktivitas ekonomi di jalur selatan Jawa Tengah tidak lumpuh.
Simpul pertemuan arus dari Banyumas, Yogyakarta, dan Kota Cilacap ini menghadapi tekanan lalu lintas yang luar biasa.
Baca juga: Bukan Kroya, Pemerintah Prioritaskan Proyek Flyover Randegan Mulai 2028
Tanpa adanya jalan layang dalam waktu dekat, kemacetan menjadi menu sehari-hari yang tak terhindarkan.
Macet Tiap Hari
Situasi paling kritis terjadi saat jam sibuk pagi dan sore hari, diperparah dengan melintasnya kereta api.
Durasi penutupan palang pintu yang lama membuat antrean kendaraan mengular panjang dan nyaris tak bergerak.
Rudi, salah seorang warga Kroya, menggambarkan betapa kronisnya masalah ini.
“Setiap pagi dan sore pasti macet, apalagi kalau kereta lewat, bisa lebih dari 30 menit kendaraan tidak bergerak,” ungkap Rudi.
Menurutnya, kondisi ini sudah sangat merugikan waktu tempuh warga, baik untuk bekerja, sekolah, maupun distribusi barang.
Harap Solusi Taktis
Mengingat solusi permanen berupa flyover masih jauh dari harapan, warga menuntut adanya siasat jangka pendek dari pemerintah.
Rudi berharap ada kehadiran nyata aparat di lapangan.
Ia meminta pemerintah daerah menghadirkan solusi konkret untuk mengurangi beban kemacetan perempatan Kroya saat ini, seperti penambahan petugas lalu lintas yang berjaga di jam sibuk serta penerapan rekayasa arus kendaraan yang lebih efektif.
Terkendala Biaya Pusat
Menanggapi situasi ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Djasun, menjelaskan bahwa solusi utama berupa flyover memang terganjal tembok tebal bernama anggaran.
“Waktu itu Pak Kepala Dinas sudah berhubungan dengan kementerian bersama kami, tetapi karena ada keterbatasan anggaran, untuk wilayah Kroya belum bisa dilaksanakan tahun ini,” jelas Djasun.
Sebagai gantinya, pemerintah pusat justru menggeser prioritas ke pembangunan Flyover Randegan di Sampang pada tahun 2028 dengan skema kerja sama badan usaha (KPBU).
“Yang fix sementara itu, mudah-mudahan tidak ada perubahan, karena kondisi perekonomian Indonesia sekarang memang sedang seperti ini,” tambahnya. (ray)
| Dexlite Tembus Rp23 Ribu, SPBU di Kroya Cilacap Mendadak Lengang |
|
|---|
| Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG |
|
|---|
| Niat Matikan Lampu Rumah, Warga Wanareja Malah Temukan Mayat di Kolam |
|
|---|
| Damkar Cilacap Evakuasi HP Bocah Terjebak di Rel Jalan Sawo |
|
|---|
| Tiket Mudik dan Sembako Mahal, Inflasi Cilacap Naik Tembus 3,51 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/12092025-kemacetan-parah-di-perlintasan-kroya-cilacap.jpg)