Berita Banyumas
Jadi Sarang Korupsi, Perumda Pasar Satria Banyumas Bakal Dibubarkan
muncul wacana pembubaran oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas karena dianggap sebagai Perumda yang hanya merugi.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
"Perusahaan merugi tiap bulan dan mbayari gaji, ya tutup saja.
Tapi ini sedang diskusi dengan dewan," ujar Sadewo kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: UMK Buruh Wonosobo 2026 Disimulasikan Rp 2,4 Juta
Sadewo juga menyinggung persoalan lain yang tak kalah serius, yakni dugaan fraud dalam pengelolaan badan usaha milik daerah tersebut.
Ia menyebut nilai penyimpangan yang terjadi cukup besar dan saat ini masih dalam proses audit oleh Inspektorat.
"Fraud-nya gede banget, dan saya sedang audit Inspektorat.
Cuma auditnya 15 lembar, saya minta dibuat jadi selembar saja, tagihannya ke siapa saja, orangnya siapa, maka saya yang akan menagih," tegasnya.
Tak hanya Perumda Pasar Satria, Sadewo juga menyinggung Banyumas Investama Jaya (BIJ) yang tengah dipoles ulang.
Sementara untuk Perumda Pasar Satria, ia membuka opsi paling ekstrem, yakni pembubaran.
"Perumdanya sedang saya diskusikan dengan dewan, supaya dibubarkan saja.
Setiap bulan membayar gaji sekitar Rp30 sekian juta tapi tidak menghasilkan," lanjut Sadewo.
Terkait penanganan kasus korupsi, Perumdam Pasar Satria tersangka dalam perkara tersebut berinisial S, namun yang bersangkutan telah meninggal dunia.
Pemkab Banyumas menegaskan komitmennya menuntaskan persoalan tata kelola BUMD agar tidak terus menjadi beban keuangan daerah dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sadewo-pasar-satria.jpg)