Jumat, 1 Mei 2026

Cilacap

Tak Sempat Lihat Kabah, 49 Calhaj Cilacap Wafat Jelang 2026

Ajal menjemput sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima. 49 calon jemaah haji Cilacap wafat jelang keberangkatan 2026.

Tayang:
ISTIMEWA
ILUSTRASI HAJI, Suasana khidmat saat kegiatan pengajian dan pelepasan calon jemaah haji di pendopo Kabupaten Cilacap beberapa waktu lalu. Sebanyak 49 calon jemaah haji asal Cilacap dilaporkan wafat jelang musim haji 2026 dan porsinya dialihkan ke ahli waris. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Manusia boleh berencana, namun Tuhan jua yang menentukan takdir. Di tengah persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 2026 yang kian dekat, kabar duka menyelimuti Kabupaten Cilacap. Sebanyak 49 calon jemaah haji dilaporkan meninggal dunia sebelum sempat mewujudkan mimpi suci mereka melihat Kabah.

Koper dan perlengkapan mungkin sudah dicicil, namun panggilan Ilahi datang lebih cepat daripada panggilan ke Arafah. Kendati demikian, hak keberangkatan para jemaah yang wafat ini tidak serta-merta hangus. Harapan itu kini diteruskan kepada para ahli waris melalui proses pelimpahan nomor porsi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap, Banu Tolib, membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya kini sibuk memfasilitasi keluarga yang ditinggalkan agar hak berhaji almarhum dan almarhumah bisa tetap dimanfaatkan.

Baca juga: Jepara Dapat Kuota Haji 2026 Sebanyak 1.568 Jemaah, Tertua Berusia 92 Tahun

"Total ada 49 ahli waris dari calon jemaah haji asal Cilacap yang saat ini sedang dalam proses pelimpahan nomor porsi," ujar Banu, Rabu (17/12/2025).

Layanan Jemput Bola

Memahami kondisi psikologis dan kerepotan keluarga yang ditinggalkan, Kemenhaj tidak tinggal diam. Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Tengah menerapkan sistem jemput bola. Proses administrasi yang biasanya rumit, kini dipusatkan di Kabupaten Banyumas untuk melayani seluruh wilayah eks Karesidenan Banyumas, termasuk Cilacap.

Khusus untuk warga Cilacap, proses pelimpahan ini telah dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025). Banu menjelaskan, pelimpahan ini murni bersifat administratif untuk mengalihkan hak kursi dari jemaah wafat ke ahli waris yang sah sesuai aturan negara.

"Hasil pelimpahan tersebut nantinya akan tercatat dalam sistem dan masuk pada tahapan pelunasan biaya haji tahap kedua, sementara saat ini proses pelunasan masih berlangsung di tahap pertama," jelasnya.

Kejar Tayang Istitha’ah

Sementara itu, bagi jemaah yang masih diberi umur panjang, tahapan persiapan terus dikebut. Total ada 1.240 calon jemaah haji asal Cilacap yang dijadwalkan berangkat tahun 2026. Saat ini, fokus utama adalah pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah.

Data Kemenhaj Cilacap mencatat, baru sekitar 700 jemaah yang telah merampungkan tes kesehatan ini. Padahal, deadline dari Dinas Kesehatan sudah di depan mata, yakni 23 Desember 2025. Pihak Kemenhaj terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar tidak ada jemaah yang tercecer.

"Kami berharap seluruh tahapan, baik pemeriksaan kesehatan maupun pelunasan biaya haji, bisa rampung sesuai tenggat waktu yang ditentukan," harap Banu.

Sebagai langkah antisipasi jika ada kursi kosong karena jemaah batal lunas atau menunda, Kemenhaj juga mulai memverifikasi jemaah cadangan. Ini dilakukan semata-mata agar kuota haji Cilacap terserap maksimal dan pelayanan bagi tamu Allah berjalan prima.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved