Kamis, 23 April 2026

Purbalingga

Gen Z Purbalingga Mulai Apatis Politik? DPRD dan Pemuda Muhammadiyah Cari Obatnya

Kenakalan remaja makin menjadi, Gen Z pun dinilai makin apatis politik. Tenny Juliawaty gandeng Pemuda Muhammadiyah untuk terjun langsung ke lapangan.

Tribun Banyumas/Farah Anis Rahmawati
BAHAS NASIB GEN Z, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Purbalingga, Tenny Juliawaty (kiri/jilbab hijau), berdiskusi serius dengan Ketua PDPM Purbalingga, Ali Wahyu Hidayat, di Ruang Kepanitiaan DPRD, Rabu (17/12/2025). Mereka menyepakati kolaborasi untuk menekan angka kenakalan remaja dan apatisme politik kaum muda. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Wajah masa depan Kabupaten Purbalingga sedang tidak sedang baik-baik saja. Di balik riuh rendah perkembangan zaman, tersimpan pekerjaan rumah besar yang menggelisahkan banyak pihak: mulai dari maraknya kenakalan remaja, ancaman obat terlarang, hingga sikap dingin Generasi Z alias Gen Z yang seolah tak peduli pada dunia politik.

Keresahan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengetuk palu sidang. Dibutuhkan tangan-tangan terampil yang mau merangkul langsung ke akar rumput.

Suasana itulah yang tergambar di Ruang Kepanitiaan DPRD Purbalingga, Rabu (17/12/2025). Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Purbalingga, Tenny Juliawaty, duduk satu meja dengan barisan anak muda dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Purbalingga. Mereka tidak sekadar bertukar sapa, melainkan menyusun strategi penyelamatan generasi.

Baca juga: Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga, Fahmi–Dimas Napak Tilas Sejarah dengan Ziarah

Tenny menyambut hangat kedatangan mereka. Baginya, tembok tebal gedung dewan harus diruntuhkan dengan kolaborasi nyata bersama organisasi kepemudaan.

"Audiensi ini menjadi ruang diskusi yang sangat positif. Pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, sehingga kolaborasi yang baik perlu terus diperkuat," ungkap Tenny membuka pembicaraan.

Turun ke Lapangan

Diskusi semakin dalam ketika menyoroti fenomena kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan. Tenny menekankan bahwa membuat peraturan saja tidak cukup. Generasi muda tidak butuh tumpukan kertas kebijakan, mereka butuh sentuhan langsung dan teladan.

Politisi perempuan ini mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan pendekatan personal kepada elemen paling dasar: orang tua dan guru.

"Kita perlu turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan kepada orang tua dan guru agar kenakalan remaja bisa dicegah sejak dini. Ini tentu menjadi tanggung jawab bagi kita semua, agar generasi muda tidak mudah terjerumus pada obat-obatan terlarang dan berbagai hal negatif lainnya," tegasnya.

Ubah Pola Pikir

Selain masalah moral, isu pendidikan dan mindset politik Gen Z juga menjadi sorotan tajam. Ada kekhawatiran bahwa anak muda masa kini hanya menjadi objek politik, bukan subjek yang kritis. Tenny melihat pendidikan sebagai kunci utama untuk memutarbalikkan keadaan tersebut.

"Pendidikan sangat penting, karena manpu mengubah pola pikir dan mindset generasi muda. Sehingga nantinya dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing," tambahnya.

Pemuda Anti Baper

Gayung pun bersambut. Ketua PDPM Purbalingga, Ali Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pasukannya siap menjadi garda terdepan. Ia membawa semangat baru bagi pemuda Purbalingga untuk tidak menjadi generasi yang lembek.

Di hadapan pimpinan DPRD, Ali melontarkan komitmen tegas agar pemuda hadir sebagai pemberi solusi, bukan sekadar penonton yang gemar mengeluh.

"Kami berkomitmen untuk menjadi pemuda yang berperan, bukan baperan. Kami siap untuk berkolaborasi, mendukung program DPRD dan bersinergi agar pemuda dapat benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Ali penuh semangat.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Purbalingga dan Pemuda Muhammadiyah siap bahu-membahu "mencuci" wajah buram generasi muda menjadi lebih cerah dan berkarakter.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved