Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kebumen

Rumah Warga Sampang Kebumen Rusak Akibat Tanah Gerak, Jalan dan Jembatan Utama Putus

Pergerakan tanah merusak rumah warga di Sampang Kebumen. Kejadian ini juga membuat jalan dan jembatan utama putus.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
TANAH BERGERAK - Warga melintasi jalan dusun yang rusak akibat pergerakan tanah di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025). Tak hanya merusak jalan dusun, tanah gerak juga merusak rumah dan lahan pertanian warga. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah rumah di Desa Sampang Kebumen rusak akibat tanah gerak.
  • Pergerakan tanah juga membuat jembatan dan jalan utama putus, hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.
  • Pemerintah Desa Sampang berharap pemerintah segera turun tangan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Jalan desa, perkebunan, hingga sejumlah rumah warga di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, rusak akibat tanah gerak.

Kondisi ini menghambat kegiatan masyarakat, bahkan memaksa warga mengungsi.

Pantauan di lokasi, Rabu (26/11/2025), beberapa orang warga setempat tampak berjalan melintasi jalan beton penghubung RT yang patah karena pergerakan tanah.

Jalan yang biasanya bisa dilewati motor itu pun kini hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

Jembatan utama juga putus sehingga pemerintah desa membuat dua jembatan darurat.

Kades Sampang Sarikun mengatakan, pergerakan tanah terjadi tepatnya di RW 04 Dukuh Semampir. 

Lahan persawahan dan akses warga rusak, bahkan mengalami pergeseran. 

Menurutnya, pergerakan tanah masih terjadi hingga saat ini, seiring tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Baca juga: Pergerakan Tanah di Wilayah Utara Kebumen, Dua Rumah di Sadang Tertimpa Longsor

Dia menuturkan, ada lima teras rumah warga yang terpaksa dibongkar karena kerusakan yang terjadi setelah pergerakan tanah dikhawatirkan memicu kerusakan bangunan utama.

Saat ini, ada satu keluarga yang juga terpaksa mengungsi karena kerusakan pada rumah mereka.

"Warga kemarin bergotong-royong membongkar teras rumah," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu.

Jalan beton sepanjang 350 meter juga rusak parah dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. 

Sarikun mengungkapkan, jalan beton yang dibangun pada 2018 lalu itu juga telah bergeser. 

Rusaknya jalan ini membuat warga harus memutar 7 kilometer melewati jalan utama.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved