Berita Banjarnegara
Komitmen Hendro Cahyono Usai Dilantik Jadi Sekda Banjarnegara
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana melantik Hendro Cahyono sebagai Sekda definitif yang baru pada Selasa, (18/5/2026)
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA, Setelah penantian panjang sejak kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjarnegara pada November tahun lalu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana akhirnya resmi melantik Hendro Cahyono, SE, M.Si., sebagai Sekda definitif yang baru pada Selasa, (18/5/2026) di Pendopo Dipayudha Adigraha.
Pelantikan yang didasarkan pada Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 800.1.3.3/989 Tahun 2026 tersebut berlangsung khidmat.
Proses seleksi panjang yang dimulai sejak Januari hingga mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Tengah dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya bermuara pada terpilihnya Hendro Cahyono.
Bupati Amalia mengungkapkan, tiga besar kandidat yang lolos termasuk Yusuf Agung Prabowo, Agung Yusianto. Serta dr. Junita yang juga ikut masuk dalam bursa sekda merupakan putra-putri terbaik daerah.
Sebelum memutuskan pilihan, Bupati bahkan sempat memanggil ketiga kandidat dan menguji komitmen mereka, terutama mengenai kesiapan mereka untuk tetap loyal membangun Banjarnegara sekalipun tidak terpilih sebagai Sekda.
Dalam pidato arahannya, Bupati Amalia menitipkan pesan penting kepada Hendro Cahyono agar mampu menjadi sosok "orang tua" yang mengayomi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Banjarnegara tanpa memandang latar belakang, warna politik, atau asal-usul kelompok.
Bupati menegaskan bahwa ia tidak ingin melihat adanya polarisasi atau pembentukan kubu-kubu (blok-blokan) yang dapat memicu perpecahan di tubuh pemerintahan kabupaten.
Komitmen tersebut juga dipertegas dengan prinsip seleksi yang bersih tanpa adanya praktik titip-menitip jabatan atau "jasa titip" (no jastip).
Momen pelantikan ini juga dimanfaatkan Bupati untuk memberikan sinyal kuat mengenai adanya evaluasi kinerja dan rotasi besar-besaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan dalam waktu dekat.
Diperkirakan sekitar 60 persen pejabat akan mengalami pergeseran posisi demi penyegaran organisasi.
Baca juga: Pasar Wage Purwokerto akan Dijadikan Pusat Kuliner Khas Kampung Pecinan
Pada kesempatan tersebut Bupati sempat melontarkan candaan sekaligus "roasting" hangat kepada sejumlah pejabat yang hadir agar mempersiapkan diri dengan performa terbaik di mana pun "Banjarnegara memanggil" mereka bertugas.
Selain penguatan internal birokrasi, dr. Amalia Desiana juga memaparkan visi besar pembangunan daerah, salah satunya adalah percepatan kehadiran kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Banjarnegara sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan demi menekan angka putus sekolah.
Ia juga berpesan kepada Ketua Dharma Wanita yang baru agar organisasi tersebut dapat terus mendampingi dan memberikan kenyamanan bagi para suami di rumah, sehingga kinerja para pejabat di lingkungan kerja dapat berjalan dengan optimal dan terjaga dari hal-hal negatif.
Sementara itu, sesaat setelah dilantik, Sekda Banjarnegara yang baru, Hendro Cahyono, menyatakan kesiapannya untuk segera bekerja membantu Bupati dalam merumuskan regulasi dan mengoordinasikan seluruh kepala OPD.
Hendro menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjalankan visi dan misi Bupati yang telah digariskan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia menyadari bahwa tanggung jawab besar ini tidak bisa diselesaikan sendirian, melainkan membutuhkan sinergi kokoh dan kolaborasi erat dari seluruh elemen pemerintahan Kabupaten Banjarnegara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sekda-Banjarnegara-Hendro-Cahyono-dilantik.jpg)