Berita Cilacap
Talud Jalan Kadawung-Gentasari di Kroya Cilacap Longsor, Pagar Bambu Amankan Pengguna Jalan
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, menyebabkan talud di Jalan Kadawung-Gentasari longsor.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebabkan talud di Jalan Jeruk Manis, Desa Kedawung, longsor pada Kamis (11/9/2025).
Talud yang longsor berada di jalan kabupaten yang menjadi akses utama penghubung Desa Kedawung dengan Desa Gentasari.
Material longsor menggerus badan jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter serta kedalaman mencapai 5 hingga 6 meter.
Kepala UPT BPBD Kroya Mijan membenarkan kejadian tersebut.
Mijan mengatakan, talud longsor akibat intensitas hujan tinggi sejak Rabu malam.
"Longsoran talud ini cukup membahayakan karena berada di jalur utama warga Kedawung-Gentasari namun jalan masih bisa dilalui dengan hati-hati," kata Mijan.
Baca juga: Banjir Genangi Buntu Cilacap akibat Tanggul Sungai Wates Jebol, Hujan Masih Turun
Ia menambahkan, tim BPBD bersama Dinas PUPR telah melakukan pengecekan kondisi jalan yang terdampak longsor.
"PUPR sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal agar akses warga tidak semakin terganggu," jelasnya.
Untuk mengantisipasi pengguna jalan terperosok, petugas telah membuat pagar sementara dari palang bambu.
Kondisi ini juga membuat tiang telekomunikasi nyaris ambruk.
Mijan menegaskan, BPBD siaga 24 jam untuk mengantisipasi potensi bencana susulan di wilayah Kroya dan sekitarnya.
Potensi Hujan Lebat Masih Ada
Sementara itu, Forecaster BMKG Tunggul Wulung, Adnan Dendy Mardika menjelaskan, cuaca di Cilacap dan Banyumas masih didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan hingga lebat.
Menurutnya, periode 10-12 September 2025 memiliki potensi hujan lebih tinggi dibanding 13-15 September.
"Potensi hujan sedang hingga lebat hampir terjadi di seluruh wilayah Cilacap-Banyumas, dominan pada siang hingga sore di dataran tinggi, serta malam hingga dini hari di wilayah pesisir selatan Cilacap," ujar Adnan.
Baca juga: 18 Remaja Jadi Tersangka Perusakan dan Pembakaran DPRD Cilacap: Belum Ditahan
Ia menambahkan, kondisi ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari nilai Dipole Mode Indeks minus 1,27 yang meningkatkan aktivitas konvektif di Indonesia bagian barat.
| Gereja Dijaga Polisi, Umat Kristiani Cilacap Khusyuk Ibadah Jumat Agung |
|
|---|
| Polresta Cilacap Bongkar Jaringan Sabu di Kesugihan, Tiga Pengedar Ditangkap Bersama Barang Bukti |
|
|---|
| 4 Desa di Cilacap KLB Campak, Vaksinasi Massal hingga Seluruh Wilayah Dimasifkan |
|
|---|
| Awal Tahun 2026 Terjadi 22 Peristiwa Kebakaran di Cilacap |
|
|---|
| Cilacap Masuk Musim Kemarau Mulai Pertengahan Mei, Warga Binangun Diminta Antisipasi Kekeringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/11092025-talud-jalan-Kedawung-Gentasari-kroya-longsor.jpg)