TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Hubungan Bupati Banyumas, Achmad Husein dan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji beberapa bulan lalu sempat kurang baik.
Hal itu dilatarbelakangi konflik kecil terkait pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penularan Covid-19.
Saat itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyarankan agar ASN warga Banyumas yang bertugas di Cilacap, dan sebaliknya ASN beralamat Cilacap bertugas di Banyumas sementara waktu bekerja dari rumah (WFH).
Baca juga: Stok Oksigen Hanya Cukup untuk Beberapa Jam, Rumah Sakit di Banyumas Memilih Saling Pinjam
Baca juga: 10 Jalur Perkotaan Ditutup Setiap Sabtu dan Minggu, Dishub Cilacap: Berlaku Mulai Hari Ini
Baca juga: Lalu Lintas Jateng-Jabar di Cilacap Diperketat, Penyekatan Dilakukan di 2 Kecamatan
Baca juga: Selamat! Aplikasi PSC 119 Pemkab Banyumas Masuk TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2021
Hal itu demi mencegah penularan Covid-19, terutama varian India yang kala itu terdeteksi di Cilacap.
Oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji langsung direspon, yaitu mengimbau agar masyarakat Cilacap yang biasa berbelanja, berwisata, dan makan di Purwokerto beralih kebiasaannya, cukup di Cilacap saja.
Karena hal itulah yang seakan menjadi pemantik kurang harmonisnya hubungan dua kepala daerah saling bertetangga ini.
Namun pada Jumat (9/7/2021), keduanya bertemu dan saling menjalin kerja sama.
Bupati Banyumas, Achmad Husein didampingi Forkompinda lengkap, begitu pula dengan Pemkab Cilacap.
Bupati Husein dan Tatto bertemu di Halaman Gudang Bulog Cindaga, Kebasen, Kabupaten Banyumas.
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji senang dapat bertemu dengan Forkompimda Banyumas.
Menurutnya Cilacap dan Banyumas adalah saudara.
Permasalahan yang dihadapi juga hampir sama.
Maka alangkah baiknya dijalin kerja sama dalam penanganan Covid-19.
"Seperti disebut Pak Bupati bahwa banyak warga Cilacap yang ke rumah sakitnya di Banyumas."
"Demikian juga ada warga Banyumas yang ke Cilacap," ujar Bupati Tatto kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (10/7/2021).
Bupati Cilacap maupun Bupati Banyumas memberi kesempatan kepada masing-masing anggota Forkompimda untuk memberi masukan dan saran.
Sementara itu Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, dari kesimpulan beberapa masukan, kesepakatan.
Seperti kaitannya penyekatan, oksigen, dan BOR rumah sakit.
"Kami berdua sepakat akan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) terkait penyekatan, oksigen, dan BOR rumah sakit."
"Ini akan menjadi payung hukum untuk dinas terkait untuk operasional di lapangan," ujar Husein kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (10/7/2021).
Dia mengatakan, akan ada efisiensi seperti penyekatan yang semula misal ada 30 orang nanti masing-masing kabupaten hanya 15 orang.
Kemudian misalnya ada kekurangan oksigen, maka bisa saling membantu dan meminjamkan.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan dilaksanakan Sabtu (10/7/2021). (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Kudus Berkategori Hitam, Mobilitas Warga Disebut Masih Tinggi, Ini Indikatornya Menurut Pemerintah
Baca juga: Anggota Polres Kudus Alami Luka Bacok di Punggung, Jadi Korban Pembegalan saat Lewati Desa Dersalam
Baca juga: Salut Buat Pak Romeo, Gratiskan Bubur Ayam Buat Warga Semarang yang Jalani Isolasi Mandiri
Baca juga: Penambahan Tempat Isolasi Rumah Sakit di Kabupaten Semarang Terkendala Banyaknya Nakes Positif Covid