Kesulitan mencari cairan disinfektan di pasaran? Yuk bikin sendiri cairan disinfektan di rumah dengan bahan dasar cairan pemutih pakaian dan pembersih lantai.
Bagaimana Caranya? Simak Penjelasan Berikut Ini
TRIBUNBANYUMAS.COM - Di tengah wabah virus corona yang terus meluas, mencari masker, hand sanitizer, dan cairan disinfektan di pasaran bisa dikatakan sulit.
Sementara di sisi lain, masyarakat diminta untuk terus waspada dan menjaga diri, termasuk kebersihan tangan, badan, dan lingkungan.
Jika sebelumnya masyarakat antusias membuat hand sanitizer sendiri, kini mulai marak pula membuat disinfektan sendiri di rumah dengan bahan yang relatif mudah didapat.
Berbagai cara dan formula membuat disinfektan pun beredar di grup percakapan Whatsapp (WA) dan media sosial (medsos).
• Potret Wajah Italia Saat Ini, Cuma Sebulan Berubah Drastis Akibat Virus Corona
• Lockdown Virus Corona, Irak Jadi Negara Keenam Belas di Dunia, Berlaku Hingga 28 Maret
• Jika Corona Terus Menyebar di Indonesia, Pemerintah Piikirkan Opsi Pelarangan Mudik Idul Fitri 2020
• Viral Video Polisi Bubarkan Pengunjung Kafe untuk Cegah Corona di Surabaya, Begini yang Sebenarnya
Ada yang menggunakan cairan pemutih pakaian, ada pula yang menggunakan campuran pembersih lantai.
Benarkah cara seperti itu? Apa yang harus diperhatikan jika ingin membuat disinfektan sendiri?
Peneliti Kimia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Joddy Arya Laksmono, membenarkan bahwa cairan disinfektan bisa dibuat dengan campuran cairan pemutih pakaian atau pembersih lantai.
"Berdasarkan anjuran dari WHO, bahwa bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai desinfektan adalah etanol dan sodium hipoklorit (pemutih)."
"Kebanyakan larutan bahan pemutih rumah tangga mengandung 5 persen sodium hipoklorit (50000 bpja klorin)," kata Joddy, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/3/2020).
• Acara Ngunduh Mantu di Purwokerto Dibubarkan Polisi, Rombongan Tamu Pulang Dikawal Petugas
Joddy menyebutkan, cairan pemutih pakaian merupakan bahan yang paling kuat dan efektif.
Akan tetapi, bahan ini mudah dinonaktifkan jika terdapat bahan organik.
Bahan aktif yang ada di dalam cairan pemutih yaitu sodium hipoklorit yang memiliki beragam fungsi.
"Efektif membunuh bakteri, jamur, dan virus, termasuk virus influenza," kata dia.
• Kapolri: Polisi Tindak Tegas Seluruh Kegiatan dengan Kerumunan Massa Selama Darurat Virus Corona
Bagaimana Cara Membuatnya?
Seperti disebutkan di atas, pembuatan cairan disinfektan bisa dilakukan dengan mencampur air dan cairan pemutih pakaian atau pembersih lantai. Bagaimana caranya?
Berbahan Campuran Cairan Pemutih
Joddy menyebutkan, cairan pemutih pakaian yang biasa digunakan sehari-hari bisa dilarutkan dengan air biasa.
Perbandingannya, 1:100.
"Anjuran dari WHO seperti berikut, pengenceran 5 persen sodium hipoklorit dengan perbandingan 1:100 biasa dianjurkan."
"Gunakan 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air ledeng dingin (pengenceran 1:100) untuk disinfeksi permukaan," kata Joddy.
Bahan pemutih yang telah diencerkan ini dapat mendisinfeksi dalam waktu kontak 10-60 menit.
• Kronologi Pernikahan di Purwokerto Dibubarkan Polisi Karena Wabah Corona, Tamu Disemprot Disinfektan
Joddy mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran perbandingan penggunaan cairan pemutih dan air.
Diupayakan, konsentrasi sodium hipoklorit yang ada sudah tidak terlalu tinggi.
"Sesuaikan perbandingan bahan pemutih dan air menurut kebutuhan untuk mencapai konsentrasi sodium hipoklorit yang sesuai."
"Misalnya, untuk preparat bahan pemutih yang mengandung 2,5 persen sodium hipoklorit, gunakan bahan pemutih dua kali lebih banyak yaitu, 2 bagian bahan pemutih untuk 98 bagian air," jelas Joddy.
• Fenomena Tisu Basah untuk Masker, Jubir Pemerintah Penanganan Virus Corona: Itu Malah Berbahaya
Berbahan Campuran Cairan Pembersih Lantai
Sementara itu, untuk cairan pembersih lantai, kandungan bahan aktifnya lebih rendah dari cairan pemutih.
Oleh karena itu, perhatikan komposisi campurannya. Ia mencontohkan, cairan pembersih lantai ada yang sebagian besar kandungannya adalah pine oil.
"Dari beberapa sumber literatur menyatakan bahwa pine oil dapat digunakan juga sebagai disinfektan."
"Hanya, daya aktifnya lebih rendah dibandingkan dengan bahan pemutih seperti anjuran dari WHO," ujar Joddy.
Agar tidak melemahkan daya aktifnya, untuk membuat disinfektan dari bahan ini disarankan perbandingannya tidak jauh berbeda antara cairan pemberiih dan air.
• Masker Bedah Sekali Pakai, Begini Cara Menggunakan Melepas dan Membuang yang Benar
• Klorokuin Bukan Antivirus Corona, Dokter: Obat Keras, Efek Sampingnnya Berbahaya, Bisa Mematikan
• Pasien Positif Virus Corona Inisiatif Datang Sendiri ke RSMS Purwokerto, Bupati: Laki-laki 46 Tahun
• 10 Orang Meninggal 1 Warga Banyumas, Simak Perkembangan Virus Corona di Indonesia 22 Maret,
"Anjurannya secara sederhana adalah sekitar 10 tutup botol cairan pembersih lantai diencerkan dengan air 1 liter."
"Hal tersebut untuk mendapatkan konsentrasi minimal 0,5 persen bahan aktif yakni monoterpen agar efektif sebagai desinfektan," jelas ia.
Untuk mengatasi bau karbol yang terlalu kuat dan kadang tidak disukai oleh sebagian orang, Joddy menyarankan mencampurkan bahan pewangi alami lain.
"Bagi yang sensitif terhadap bau karbol dapat ditambahkan dengan bahan pewangi lainnya yang alami misalnya sereh."
"Jadi air yang digunakan untuk mengencerkan adalah air hasil rebusan sereh," terang Joddy. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bagaimana Cara Membuat Cairan Disinfektan Sendiri?