Senin, 13 April 2026

Longsor Banyumas

Longsor Banyumas: Jalan Penghubung Kutaliman-Melung Putus, Evakuasi Terkendala Cuaca

Longsor menutup akses jalan penghubung desa Kutaliman-Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Hingga Senin, jalur belum bisa dilewati.

|
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/BPBD BANYUMAS
TUTUP JALAN - Material longsor tebing menutup jalan kabupaten yang menjadi penghubung Desa Kutaliman–Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Minggu (3/8/2025) malam. Hingga Senin (4/8/2025) pagi, jalur tersebut belum bisa dilewati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS – Akses jalan penghubung Desa Kutaliman-Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terputus akibat longsor, Minggu (3/8/2025) malam.

Hingga Senin (4/8/2025) pagi, jalan belum bisa dilewati kendaraan lantaran evakuasi material tanah belum bisa dilakukan.

Longsor ini menjadi satu di antara 18 titik bencana di tiga kecamatan di Banyumas, yang terjadi sejak Minggu sore.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, akibat hujan deras sejak siang.

"Jalan tertutup material tanah dan rumpun bambu."

"Semalam, evakuasi material longsor tidak memungkinkan dilakukan," kata Budi, Senin pagi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir dan Longsor Terjadi di 18 Titik di Banyumas, Kedungbanteng Paling Parah

Menurut Budi, longsor dari tebing tersebut mencapai panjang 10 meter dengan ketinggian 7 meter.

Budi memastikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Bencana di 3 Kecamatan

Di hari yang sama, banjir dan longsor terjadi setidaknya di 18 titik di tiga kecamatan di Banyumas.

Tiga wilayah tersebut adalah Kecamatan Baturraden, Kedungbanteng, dan Kembaran.

Dari ketiga wilayah tersebut, kondisi terparah terjadi di Kecamatan Kedungbanteng.

Baca juga: Ingin Minta Bantuan Air Bersih di Banyumas? Ternyata Harus Lewat Kades

Tercatat ada lima desa yang mengalami longsor.

"Sebagian masih dalam pengumpulan data karena cukup masif."

"Korban jiwa dan terluka belum (ada laporan), Mas," imbuh Budi.

Budi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved