Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banyumas

Hujan Ekstrem Bayangi Banyumas dan Purbalingga Hingga 2 Hari ke Depan, Wilayah Ini Harus Waspada

BMKG memperingatkan potensi hujan ekstrem di Banyumas dan Purbalingga hingga dua hari ke depan. Berikut wilayah rawan bencana.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/SCROLL.IN
ILUSTRASI HUJAN DERAS - BMKG memperingatkan warga Banyumas dan Purbalingga akan potensi hujan ekstrem hingga dua hari ke depan. Kondisi ini dipicu munculnya bibit siklon tropis dan anomali suhu muka laut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Cuaca ekstrem masih menghantui Kabupaten Banyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem itu dipengaruhi keberadaan bibit siklon tropis dan anomali suhu muka laut.

Hal ini pula yang terjadi, Minggu (3/8/2025), hingga mengakibatkan banjir bandang dan longsor di puluhan titik di Banyumas dan Purbalingga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat, sedikitnya ada 34 titik longsor dan 2 titik banjir 2 di lima kecamatan, akibat hujan deras pada Minggu.

Bencana tersebut juga merusak rumah dan menutup akses jalan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir dan Longsor Terjadi di 18 Titik di Banyumas, Kedungbanteng Paling Parah

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, hujan deras yang mengguyur Banyumas dipengaruhi bibit siklon tropis 90S yang terpantau di wilayah Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Jawa.

Sistem ini menyebabkan perlambatan angin di sekitar wilayah Jawa, yang berdampak pada peningkatan pembentukan awan hujan.

Anomali suhu muka laut di wilayah perairan selatan Jawa Tengah yang lebih hangat juga menambah potensi penguapan tinggi.

Sehingga, mendukung terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan lebat.

Selain itu, kelembapan udara di berbagai lapisan atmosfer terpantau dalam kondisi basah, memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan yang menjulang tinggi. 

Ditambah kondisi atmosfer yang labil di wilayah Jawa Tengah maka proses konveksi dapat berkembang cepat dan intens.

"Faktor lokal, seperti topografi pegunungan dan lereng di wilayah Baturraden, Sumbang, dan sekitarnya, juga memperkuat pembentukan awan hujan yang berujung pada hujan sangat lebat hingga ekstrem," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (4/8/2025).

Masih Berpotensi Hujan Ekstrem

Teguh mengatakan, hari ini, Banyumas dan Purbalingga masih berpotensi kembali diguyur hujan intensitas sedang hingga ekstrem.

Hujan sangat lebat diprakirakan terjadi di Kecamatan Baturraden.

Sedangkan hujan dengan intensitas ekstrem, terdeteksi di wilayah Sumbang dan Ketenger. 

Baca juga: BREAKING NEWS: 3 Pekerja Proyek Hilang Diterjang Banjir Bandang Sungai Klawing Purbalingga

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved