Berita Purbalingga
Bikin Warga Kesal, Jalan Rusak di Padamaran Purbalingga Telan Korban Pemotor Setiap Hari
Jalan rusak di Padamara Purbalingga memakan korban, setidaknya tujuh pemotor jatuh setiap hari. Warga yang kesal cor pakai uang pribadi.
Penulis: rika ira | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Jalan rusak di Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang tak kunjung diperbaiki membuat warga kesal.
Padahal, hampir setiap hari terjadi kecelakaan akibat lubang jalan yang cukup dalam.
Warga pun menagih janji realisasi janji Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani yang mengusung jargon "Alus Dalane" saat kampanye Pilkada 2024.
Sunanto atau Anto, warga Desa Padamara, mengatakan, kerusakan di Jalan Raya Padamara telah berlangsung lama.
Kerusakan paling parah jalan penghubung Purbalingga dan Kabupaten Banyumas itu berada di depan Permakaman Umum Desa Padamara.
"Wah, ini udah paling parah, Mbak, hampir tiap hari ada orang jatuh di situ," kata Anto saat dijumpai, Selasa (29/7/2025).
Baca juga: Anggaran Pemeliharaan Jalan Purbalingga di perubahan APBD Naik 6 Kali Lipat demi Program Alus Dalane
Selain lubang yang ada cukup dalam, jarak lubang jalan yang berdekatan membuat pengendara motor sulit menghindari.
"Karena jarak antar lubangnya kan lumayan deket ya, kalau misalnya pengendara mau menghindar ke arah kanan itu kan susah, bisa nabrak kendaraan dari arah lain nanti."
"Kebanyakan dari mereka menghindar ke arah kiri, kalau posisinya ramai itu biasanya banyak yang gak sadar, akhirnya nabrak lubang dan jatuh," katanya.
"Seringnya ya sore, kalau jam-jam orang pada pulang kerja itu, kan padat jalannya."
"Kalau enggak, ya malem Mbak, gak keliatan si lubangnya," katanya.
Korban terakhir yang baru saja ia tolong ialah seorang pemotor perempuan asal Purwokerto, yang bekerja di Purbalingga.
Perempuan tersebut terjatuh setelah motor terperosok lubang jalan hingga helm terlepas dan pipi tergores aspal.
"Sehari itu ada tujuh orang yang jatuh karena nabrak lubang. Pokoknya, setiap hari mesti ada lah mba, entah itu orang yang jatuh atau barang-barang mereka seperti handphone atau dompet yang jatuh," katanya.
Pengecoran Mandiri
Kesal lantaran kondisi jalan rusak ini tak segera diperbaiki dan terus memakan korban, Anto sampai berinisiatif mengecor jalan berlubang di depan rumahnya atau menimbun lubang jalan menggunakan batu krosok.
Namun, ia mengaku tidak bisa terus-terusan menambal jalan berlubang karena keterbatasan biaya.
"Waktu itu, saya sempat berkorban semen 2 sak, itu di cor sama saya karena udah rusak banget jalannya."
"Tapi sekarang udah rusak lagi, dan malah tambah lebar lubangnya. Kalau mau dicor lagi ya gak bisa, dananya dari mana?" keluhnya.
"Pernah juga saya pakai gerobak, bawa batu krosok untuk menimbun lubang jalan. Tapi, gak sampe tiga hari udah ilang itu, kalau kena ban (batu krosok) pada mental, kalau kena hujan ya hilang," katanya.
Baca juga: Ingin Mudahkan Warga Perbatasan, Wabup Purbalingga Usul Koperasi Merah Putih Layani Pajak Kendaraan
Ia juga sempat melaporkan hal ini kepada pemerintah desa setempat.
Ia meminta agar ruas jalan Padamara diperbaiki atau mendapat solusi sementara agar tidak ada lagi pengendara yang terjatuh.
"Udah saya laporkan juga ke pemdes, waktu itu. Waktu itu dikasih karung yang isinya pasir di jalan yang berlubang."
"Tapi nyatanya ya gak bertahan lama, baru bulan kemarin kalau nggak salah, ini udah keliatan lagi lubangnya," katanya.
Anggaran Terbatas
Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengakui, kerusakan jalan di Purbalingga sudah mengkhawatirkan.
Pihaknya sedang melakukan persiapan untuk memperbaiki jalan-jalan rusak setelah APBD Perubahan 2025 digedok.
Dalam APBD Perubahan 2025 disetujui anggaran pemeliharaan jalan Rp68,5 miliar atau naik hampir tujuh kali lipat dari semula Rp10 miliar.
"Karena kebijakan Mas Bupati, tim TAPD dan saya juga, kami akhirnya telah merumuskan untuk bagaimana anggaran perbaikan infrastruktur itu dapat dioptimalkan, dan alhamdulilah ketemu angka Rp68 miliar," kata Dimas, Rabu (30/7/2025).
Dengan anggaran tersebut, pihaknya siap memperbaiki jalan rusak meski harus antre dan mengikuti prosedur.
"Memang jauh berbeda ya dengan latar belakang kami sebagai pengusaha, yang kalau ada uang sekarang, besok bisa langsung dikerjakan."
"Dalam birokrasi memang ada proses yang harus ditempuh, baik itu dari proses perencanaan, pelaksanaan, uji, kelayakan, dan lain sebagainya, hingga proses evaluasi."
"Ini memang sedikit rumit sehingga tidak serta merta hari ini diputuskan besok di kerjakan, memang ada mekanismenya."
"Tapi, insyaallah, karena sudah ada anggarannya, akhir tahun ini, insyaallah banyak ruas jalan utama yang akan mulai kami perbaiki," katanya.
Beberapa ruas jalan rusak yang bakal diperbaiki di antaranya Jalan Kalitinggar-Karangkabur, yang menjadi penghubung Purbalingga dan Banyumas. (Tribunbanyumas.com/Farah Anis Rahmawati)
Viral, Jalan Baru Diaspal di Kedungjati Purbalingga Ditumbuhi Rumput Teki. Begini Penjelasan Desa |
![]() |
---|
Kurir Sabu Asal Kalimanah Purbalingga Diamankan Polisi saat Antarkan Paket ke Desa Klapasawit |
![]() |
---|
Aneh Usai Direnovasi Pasar Bojong Purbalingga Justru Sepi, Nasib Pedagang Kian Tragis |
![]() |
---|
Pagi Berawan Siang Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca di Purbalingga Hari Ini |
![]() |
---|
Kronologi Seorang Anak di Bobotsari Purbalingga Bakar Rumah Orangtuanya, Kesal Tak Diberi Uang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.