Berita Banyumas

Empat Desa di Banyumas Berhasil Turunkan Angka Stunting, 3 Kecamatan Masih Jadi Sorotan

Empat desa di Banyumas mendapat penghargaan lantaran menunjukkan kemajuan dalam penurunan angka stunting.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS
CEK LINGKAR KEPALA - Petugas mengukur lingkar kepala balita sebagai upaya mengetahui kasus stunting. Empat desa di Banyumas mendapat penghargaan lantaran berhasil menurunkan angka stunting. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memberi penghargaan kepada empat desa yang menunjukkan kemajuan dalam penurunan stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas, Krisianto mengatakan, keempat desa tersebut memiliki program inovatif sehingga berhasil menurunkan angka stunting.

"Program-program inovatif seperti pelibatan kader, pelatihan pola makan keluarga, hingga edukasi melalui Posyandu menjadi faktor utama desa-desa tersebut berhasil menekan angka stunting," kata Krisianto dalam acara Diseminasi Stunting di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (15/7/2025).

Baca juga: Bupati Banyumas Jadi Bapak Asuh 5 Bayi Stunting Per Bulan, Siap Rogoh Kocek Pribadi

Keempat desa yang mencatatkan penurunan angka stunting secara signifikan tersebut adalah:

  • Desa Karanggayam dan Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir.
  • Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati.
  • Desa Karangjati, Kecamatan Kemranjen.
  • Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok.

Intervensi di Tiga Kecamatan

Sementara, dalam penanganan stunting, kata Krisianto, ada tiga kecamatan yang menjadi sorotan.

Intervensi kasus stunting di tiga kecamatan tersebut dilakukan secara masif lantaran banyaknya kasus atau desa sasaran.

Krisianto mengungkapkan, tiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cilongok, Kecamatan Sumbang, dan Kecamatan Kembaran.

Di Kecamatan Cilongok, katanya, ada 20 desa sasaran yang memiliki catatan angka stunting.

Sementara, di Kecamatan Sumbang, ada 19 desa sasaran.

Dan, Kecamatan Kembaran dengan 16 desa sasaran.

Angka Stunting Turun

Sementara, secara keseluruhan, angka stunting di Banyumas turun dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Banyumas berada pada angka 20,9 persen. 

Baca juga: Angka Stunting Banyumas Turun tapi Bupati Sadewo Sentil Perguruan Tinggi yang Belum Berpartisipasi

Setahun berselang, angka itu turun menjadi 19,6 persen menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Sementara, berdasarnan data terbaru dari aplikasi Intak (Intervensi Stunting Terintegrasi Kabupaten) per Juni 2025, prevalensi stunting di Banyumas menurun hingga menyentuh angka 15,88 persen.

Meski demikian, angka ini masih sedikit lebih tinggi dari target nasional dan provinsi yang ditetapkan sebesar 14 persen untuk Jawa Tengah. 

Melihat tren penurunan angka stunting tersebut, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono optimistis Banyumas mampu mengejar target provinsi.

"Kalau semua ikut bergerak, saya yakin, tahun ini, angka stunting Banyumas bisa di bawah rata-rata Jawa Tengah." 

"Ini bukan kerja satu dinas tapi kerja bersama," kata Sadewo yang hadir dalam acara tersebut. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved